Aku capek ya allah..

Aku capek..

Capek banget..

Ya allah, ampuni aku ya allah.

Aku capek. Marah. Kesal!

Tolong panggil aku jika bekalku sudah cukup.

Karena tidak ada tempat yang lebih indah selain disisiMu.

Ya Rabbulkarim… terimalah aku ya rabb. Ampuni aku, sayangi aku. Izinkan aku berada di jalanmu selalu.

Ya rahman ya ghofar. Tidak ada tempat selain lindunganmu. Ampuni aku, berikan kekuatan kepadaku.

Aku merindukanMu, merindukan rasulMu. Aku rindu menjadi hambaMu yang taat.

Aku ingin menjadi sempurna. Walau tak ada seorang pun seperti itu.

Ya Malik.. berikan aku kekuatan..

Iklan
Kekecewaan.

Kekecewaan.

Bukan kali pertama ini kecewa.

Masih saja banyak berharap dan menghasilkan luka.

Bukan kali pertama ini kecewa.

Masihkah berharap pada manusia?

Kelelahan pada dunia akan terbayar, nanti tiba saatnya akan terbaring sendiri.

Menghitung semua hasil dari yang diuji.

Pada siapa lagi berharap, jika Tuhanlah pemilik alam semesta.

Pada siapa lagi meminta, kalau nafas saja tak menjadi kuasa kita.

Kecewa itu biasa, pada orang-orang yang berharap dengan manusia.

Kecewa itu tak pernah ada, jika hanya berharap pada Allah semata.

Koreksi diri, perbaiki hati, tentukan tujuan pada yang hakiki.

Hingga nanti nafas terhenti.

Tersenyumlah, tersenyumlah karena kekecewaan tak kan pernah abadi 😇

Seminung

Seminung

Seminung di kala dibi.

Keindahan yang tak terganti.

Berpandang, tersenyum lalu menghamba pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seminung di kala dibi.

Membawa hati rindu tak terperi.

Jumpa lagi riuh berlari mencari jalan melindungi diri sendiri.

Seminung di kala dibi.

Suatu saat akan terganti.

Pada pemilik jiwa yang hakiki.

Benar

Benar

Selalu berbicara tentang kebenaran.

Mengagungkan fakta.

Menegakkan idealism diantara pragmatism.

Berkoar koar tentang keadilan.

Memaksakan pemikiran kritis diantara kepercayaan mistis.

Memaksakan detail tanpa menentukan pencapaian.

Benar itu bukan hanya milik perorangan.

Benar itu milik sudut pandang dan norma si tuan.

Benar itu dianggap takkan pernah satu.

Walau dunia tak berkata begitu.

Percaya akan kebenaran darimana berasal.

Bukan sekedar lihat, dengar, dan rasakan.

Tapi penilaian dari hati yang terdalam.

Siap

Siap

Yang terjadi bukan karena kemauan.

Yang terjadi karena kepantasan.

Kepantasan dalam pandangan Tuhan.

Bukankah kita diminta untuk percaya.

Pada takdir dan rencananya.

Siapkan diri.

Bukan selalu untuk suka dan cita.

Tapi juga duka dan nestapa.

Kenapa harus?

Katanya Tuhan yang urus?

Kehidupan bukan hanya senandung bahagia.

Tapi juga air mata penuh luka.

Untuk apa?

Jadi permainan Tuhan?

Bukan.

Hanya Tuhan sedang menunjukkan jalan apa yang akhirnya kita pilih.

Kusiapkan bekal.

Berjalanku ke barat.

Kutinggalkan semua asa yang tak bermakna.

Kusiapkan diri pada harapan yang belum pasti.

Kuyakinkan bahwa semua terjadi atas kehendak illahi.

Hari ini kutemui.

Bahwa apa yang kuinginkan, kuharapkan, bukanlah yang terbaik.

Untuk apa mengejar matahari jika kau juga butuhkan malam.

Untuk apa berlindung dalam gelap jika sinar membuatmu melihat.

Tuhan siapkan semua.

Apakah kita sudah siapkan pada kenyataan yang ada?