Truly Miss Them

Kalau dulu minimal sebulan sekali kita ngumpul dengan gengs dan gubrak ala-ala. Sekarang mungkin setengah tahun sekali. Merekalah moodbuster yang sebenarnya.

Yang tahu bagaimana menghargai justru bukan hanya sekedar memuji.

Merekalah yang menasehati tapi bukan ingin dianggap benar.

Merekalah tempat berkumpul bukan hanya untuk mendulang suara dan pembenaran.

Bukan berarti kita semua sama.

Kita hanya berusaha untuk menghargai dan saling mengasihi

Yang memberikan perhatian bukan untuk mencari perhatian

Dear God. Saya belajar belajar banyak dari mereka. Karena hati memang tak bisa terbeli dengan kepalsuan. Keindahan yang sesaat. Dikala mau didapat kemudian terbang menjauh.

Truly miss them. Bless the, please. Where ever they are

Iklan

Tahu diri

Kata ini selalu saya ucapkan dan seringkali menjadi bahan ejekan dengan orang lain. Saya tahu maksud mereka yang selalu mengatakan “tahu diri” dengan nada yang menghina adalah ditujukan untuk saya.

Dengan mudahnya mereka menertawakan kata yang sering saya ucapkan ini karena mereka tidak paham makna dibalik itu.

Dilahirkan dari keluarga “miskin” diantara keluarga lainnya, membuat saya kenyang dikatakan “tidak tahu diri”, “sudah numpang ga tahu diri”, “udah miskin ga tau diri”. Dan mereka tidak tahu yang mengatakan itu adalah nenek saya dan tante saya sendiri. Dengan mulut saktinya. Dan apa yang saya lalui dengan kata “tahu diri” itu. Di saat keponakan lain beristirahat di kamar ber AC milik tante saya, saya harus bekerja mencuci piring sisa arisan keluarga. Mengepel ruangan yang mereka injak-injak. Menyikat kamar mandi jika mereka bilang itu kotor, membuang sampah dll.

Bagaimana dengan mulutnya yang sakti itu nenek saya menghin orang tua saya. Bagaimana tante saya menuduh saya pencuri karena uang di kantong bajunya hilang ketika selesai dicuci. Padahal saya pun salah satu korban yang kehilangan uang di baju seragam karena pekerja yang ga jujur.

Mereka yang mampu akan jarang mendengar “sudah kaya ga tahu diri”, karena itu saya tidak bisa mengalahkan mulut-mulut mereka. Bukan berarti saya mengatakan teman-teman lain ga tahu diri. Saya hanya mengatakan inilah batas kemampuan saya. Teman-teman lain tentu “tahu diri”nya masing-masing. Dan barangkali lebih mulia dibanding diri saya. Oleh karena itu, saya tidak pernah membandingkan diri saya dengan diri orang lain. Karena saya tahu dimana batas kemampuan saya.

Maka, sekali lagi. Jika tahu diri itu menjadi lelucon untuk sebagian orang silakan. Tapi, alangkah bijaksana melihat makna dibalik kalimat yang diucapkan seseorang. Melihat peristiwa apa yang mendasarinya.

Regret

Maksud hati sih ingin membagi kebahagiaan.. Apa daya yang terjadi malah kesalahan.

Dan berhubung saya adalah orang yang gampang “regret” jadilah kepikiran semuanya…

Padahal ga ada maksud buruk dan punya alasan yang kuat. Sekali lagi, karena hati yang terlalu sensitif dan menuntut lebih jadilah ga berhenti menyalahkan diri sendiri.

Ki… Memang mungkin kemarin kesalahan di mata orang lain. Tapi ingat.. Maksud kamu ga ada yang buruk.. Kamu cuma mau berbagi kebahagiaan. Tapi ingat. Ini juga pertanda.. Bahwa kamu bisa jadi ada niat sombong dalam hati. Meaki keciiillll sekali. Tapi, ini sebagai pengingat bahwa kamu adalah manusia biasa…

Manusia tempatnya salah dan lupa… Manusia yang masih perlu banyak belajar…

Ki.. Ingat.. Hidup di masa lalu tidak menyelesaikan masalah. Meskipun rasa sakit dari masa lalu tidak akan mungkin cepat hilang..

Ki.. Ga ada manusia yang sempurna.. Jangan menuntut lebih dari dirimu. Bukan pula menyalahkan diri sendiri tiada henti.

Kenapa ki? Karena semua adalah proses.. Coba kamu tengok, diri kamu sendiri 5 tahun lalu. Atau 1 tahun lalu… Kamu sudah banyak berubah ki.. Ga gampang untuk berubah.. Dan ga sedikit airmata dan tenaga yang kamu keluarkan untuk berubah..

Ki… Ingat.. Cintai diri sendiri. Kamu ga bisa memaksa orang untuk selalu mengerti kamu dan mencintai kamu. Tapi, kalau kamu sendiri tidak menghargai perjuanganmu, lantas mau jadi apa hatimu?

Ki… Berbahagialah.. Karena kau membuat kesalahan. Karena dari sana kau belajar..

Ki.. Tuhan saja mau mengerti dan mengizinkan kesalahan terjadi.. Kenapa kamu tidak? 🙂

Love yourself

Love “you” more

Dearest me and my heart.. Be strong

Bingkai

Susunan yang sama

Kisah yang berbeda

Bukan karena mahalnya

Tapi karena isi dari bingkainya

Mereka tertawa

Mereka bahagia

Bingkai memperindah cerita

Bingkai membuatnya lebih berwarna

Bingkai tak mengisahkan cerita

Bingkai membuat kuat sebuah cerita

 

10 tahun yang kurindukan.

Bahagianya hidup sendiri selama 10 tahun sekarang mulai kurindukan. Masih berharap 10 tahun itu datang lagi segera. Dimana aku bisa nengatur semuanya semauku. Hidupku sendiri. Tempatku sendiri.

Memang aku yg memutuskan untuk kembali. Bukan berarti aku dengan mudahnya memutuskan. Waktu. Waktu yang tak lama lagi.

Suatu saat aku pun akan tinggal sendiri. Lagi. Di tempat yg gelap dan pengap. Belum cukup bekal dan mentalku.

Sekarang aku hanya berharap. Kesendirianku akan kembali. Kebahagiaan akan kesendirian. Kedamaian dalam kesendirian.

Suatu saat. Aku akan pergi. Tentu. Ke tempat yang sangat jauh. Tersenyum. Tersenyum. Tersenyum dan tenang selamanya.

Lucky

Some people just born lucky even without trying.

While others are working hard to be the one.

They said about life so easy.

While others are fighting harder to be alive.

That smile. That happiness. That opportunity. Will there be? If you were them. If they were me.

Gong Yoo di Jekaaarrdaaahh aaaa!!!

Akhirnya setelah tenang teriak-teriakan sama Dinna.. Yg kasih kabar ahjussi di jakarta.. Huhuuu.. Beberapa hari lalu baruu aja mimpiin oppa.. Emang bener dream comes nearing to true hahaa. Karena gue ga kesampean ketemu cuma di negara yg sam ajaa.. Huhuuu oppaa jinjjaaa juuaaeyoo.. Saranghae T.T

Betewe gue pertama ga yakin tuh kalo itu gong yoo oppa karena kakinya agak gedean. Langsung aja gue googling nemu deh videonya. Aaaaa beneraaann itu kaki oppaaaa T.T lagiii..

Orang mah yaa ngenalin dari mukaa gue mah dari kaki.. Lah iyaa, wong kakinya oppa cantik banget. Ngalahin kaki gue yang kayak papan gilesan, kalo kata dinna betis bekondee. T.T ga berentii…

Oppaaa kau datang ke kota besar dikala aku pindah ke desa. Oppa ga niat main ke way kambas? Nanti aku temenin deh. Aku bisa bicara bahasa gajah loh.. Aku kan gajah betina. Yuyuu.. Oppaa saranghaee.. Hahah

For my partner in crime Dinna.. Thank you banyak yaa. Kau telah membuatku gila malam-malam T.T