Tugas Shadow ABK

Tugas Shadow ABK

Apa tugas Shadow? Shadow bertugas menjembatani ABK dengan lingkungan sosialnya, membantu dalam belajar dan kemandirian. Lalu samakah shadow dengan pengasuh?

Tentu berbeda. Tugas shadow adalah mengajarkan, membimbing, dan mendidik. Sedangkan pengasuh adalah membantu dalam kebutuhan anak seperti toilet training dan makan.

Apakah boleh shadow sekaligus menjadi pengasuh?

Shadow hanya bertanggung jawab selama proses pembelajaran dan membantu anak bersosialisasi mengajarkan kemandirian anak. Ada batas yang harus ditentukan. Sebaiknya berbeda antara shadow dan pengasuh, karena tugas dan sasarannya pun berbeda.

Apakah sama shadow dengan GPK (guru pendamping khusus)?

Shadow biasanya dipekerjakan oleh orang tua untuk membantu anaknya (hanya satu anak) belajar di sekolah. Mendampingi anak selama anak di sekolah. Sedangkan GPK hanya mendampingi anak di jam-jam tertentu dan bisa lebih dari 1 anak.

Iklan
Education for All

Education for All

Selama 4 hari mengikuti workshop dari POKJA PI METRO, yang dipandu oleh Mr. Supri dan Pak Dieviel (plus Pak Cepi, tapi saya datang terlambat).

Materi Pak Cepi meliputi Dasar dan Landasan Pendidikan Inklusif

Materi Pak Dieviel tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Dan Pak Supri tentang menjadi guru sakti (dan banyak lagi)

Kalau ditanya tentang manfaat, tentu bermanfaat. Tapi saya rasa lebih pada refleksi diri. Manusia itu tempat lupa. Nah di sinilah kita kembali mengingat identitas sebagai guru (even i’m not the real teacher yet).

Apa tujuan kita dan manfaat apa yang kita bisa berikan ke anak-anak.

Friends.. Anak-anak reguler saja sudah cukup kompleks.. Belum kita berbicara tentang ABK. Saya sendiri sudah berkecimpung dengan ABK sejak 2012. Saat itu masih di sekolah Alam Depok. Bertemu dengan S yang kebetulan mengalami delay development. Alhamdulillah selama setahun menjadi guru kelasnya.. Saya melihat banyak kemajuan.. Tentu dibantu dengan shadow yang canggih “Bu hera”. Kemudian.. Saya bettemu dengan A sebagai terapisnya. A didiagnosa Autis. Anak yang cantik dan baik.. Rindu dengannya.. Yang terakhir adalah R. Dengan diagnosa MD tipe ringan.. Dan saya benar-benar belajar jadi mereka.

Workshop kemarin akhirnya merefleksikan perjalanan saya. Banyak masih yang harus diperbaiki. Termasuk memperbaiki hati. Belajar lebih tentang ketulusan. Belajar berbesar hati dan menerima perbedaan. Belajar mendidik diru sendiri sebelum mendidik orang lain. Belajar menghargai dan menghormati mereka yang dititipkan anak berkebutuhan khusus.

Mr. Supri selalu mengulangi kalimat ini. Tuhan itu inklusif.. Bagaimana bisa kita tidak insklusif? Yap betul.. Malaikat yang bertugas menjaga pintu surga tidak akan tuhan pindahkan untuk menjaga pintu neraka. Atau ketika malaikat peniup sangkakala tidak akan mungkin meniup terompetnya jika waktunya memang belum datang.

Seperti itulah dengan mereka… Tugas kita memfasilitasi dan membantu semaksimal yang kita bisa.. Selebihnya biarkan Tuhan yang berperan. Toh semua atas izinNya.

Bersyukur ketika bisa mengikuti workshop dari POKJA PI. Ada rasa rindu untuk kembali berkumpul dan berdiskusi. Memang jika semuanya searah maka hati terasa ringan. Tapi dimana tantangannya? Benar.

Rindu rasanya dengan teman-teman didan seberang sana.. Rindu berdiskusi dan melahirkan sesuatu. Rindu pada mereka yang mungkin sudah mulai mandiri.

Anak-anak dan rekan yang melengkapi.

Perjuangan tidak pernah berhenti. Perjuangan tidak pernah mudah. Istiqomah sangat mahal hingga tidak semua orang mampu mendapatkannya.

Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan. Lindungilah guru-guru kami dan muliakan beliau di surgaMu. Aamiin.Berkunjung ke pusat sumber. SLBN METRO