pain killer

Deal!

Lo ga butuh obat penghilang rasa sakit untuk menghilangkan segala sakit fisik apalagi sakit di hati #eeaaa. Yang lo butuh Cuma teman-teman yang mengerti dan menghapuskan luka dengan senyuman. Aah luar biasa deh. Malam ini, seandainya Allah ga izinkan gw bertemu mereka mungkin gue akan mojok di kamar sambil nahan lapar karena sakit hati dan akhirnya pergi tidur dengan duka. Aiiihh mak bahasanya.

But it’s true.

Healing proses pertama dimulai dengan pegi ke toko buku bersama Esa. Uuuh gue emang paling doyan belanja buku dan paling sering bukunya ga dipulangin sampe ngomel terus sampe kesel terus. 20.17 kita sampe di gramedia depok. Seperti biasa muter adalah ritual keharusan sebelum akhirnya pick beberapa buku. Buku yang paling menarik dan justru terlupa kebeli adalah buku cover warna biru-biru ijo gitu tentang menjelang usia 30. Maklum tante bentar lagi menjelang usia itu. Hahaha. Tapi nemu buku tentang pengen jadi baik 1 dan 2. Lumayan ngajarin jadi baik (gara-gara baca buku ini sholat subuh kesiangan *ini mah malah ga baik). Novel ayah andrea hirata. Dan buku cara menulis freewriting. Siapa tahu bisa membantu gue yang sedikit suka nulis ini biar bisa berkembang. Alhamdulillah.. berkat Esa gue dapet diskon yang besaaar. Gue bisa saving 15% dari total harga buku. Pleaaasseee Sa jangan resign dari tempat lo sekarang hahahaa. Nanti gue ga bisa dapet diskonan lagiii hahaha.

Proses kedua. Pergi ke angkringan sama anak-anak dojo. Tempat biasa kita mampir abis latihan angkringan depan margonda residence. Yaa yang dibeli sih Cuma susu jahe dan gorengan satu tapi bisa sampe 2 jam. Tapi tadi malam kita Cuma yaa kurang lebih 1,5 jam Ntah ya ngapain aja. Ngobrollah yang pasti. Ngalor ngidul ga jelas. Sampe lanjut ronde selanjutnya..

Proses ketiga. Ronde selanjutnya adalah indomart samping bsi sebrang kosan gue. Lumayan ada banyak makanan. Ketoprak. Bubur ayam, kacang ijo, indome dan teman-temannya, nasi goreng, mie goreng/rebus. Siip jam sudah menunjukkan pukul 20.45an makanlah lagi kita. Makan makan dan makan. Uhuhuhu ini juga obat sakiti hati haha. Ketawa cekakak cekikik gue ga yakin orang-orang di sekitar nyaman dan kemungkinan mereka mendoakan “kebaikan” buat kami malam itu. Hihihi. Maafkan saya yaa.. dan semuanya bisa buat gue lupa rasa kecewa dan sakit di hati. Iiissh super sekali yaa. Makasih Ya Allah kau hadirkan teman-teman seperti mereka.

I really really love them much much. Hehehe.

Catatan: gue males pesenin pancong buat swari. Dengan baiknya Ulva pesenin pancong. Dan yang terjadi Swari demen banget tuh pancong akhirnya mau nitip lagi. *Apppaaah???! Pergi lo sendiri beli pake sepeda gue. Gggrrr hihi.

Thank you untuk yang udah berbagi malam bersama. Esa, Ulva, dwi, Mas Al, Fiqih, dan Akbar. Semoga persaudaraan ini saling mengingatkan ke akherat yaaa. Aamiin.

See you don’t need pain killer you just need your friend to kill you pain xoxoxoxoxo

McDojo (Dojo oh Dojo)

Dojo oh Dojo.. Bagaimana nasibmu kelak? Terlanjur jatuh hati sudah pada olahraga ini. Tapi apalah arti kami tanpamu Dojo. Ibarat tuna wisma 😀 *lebay dikit.

Dojo itu (abis googling haha)…..

Kata dojo (道場,) adalah istilah bahasa Jepang yang secara harfiah berarti “tempat jalan”. Pada mulanya dojo sebagai tempat untuk belajar dan mengajarkan Buddha, dalam perkembangan dewasa ini istilah dojo adalah tempat latihan, belajar budo, tempat mencari pencerahan, atau place of the way. Istilah dojo juga digunakan untuk menggambarkan ruang meditasi tempat praktek meditasi Zen Buddhis zazen, sebagai  pengganti dari “zendo” istilah yang lebih spesifik, dan lebih banyak digunakan untuk menyebut ruang meditasi mereka, seperti yang dilakukan master pendiri mereka, Taisen Deshimaru. Istilah dojo merujuk pada tempat pelatihan formal untuk orang Jepang melakukan seni, tetapi lebih spesifik  dianggap tempat pertemuan formal bagi murid dan guru dari berbagai seni bela diri gaya Jepang untuk melakukan pelatihan, ujian dan pertemuan terkait lainnya. – See more at: http://aikidojogjakarta.com/?p=625#sthash.XloggTAc.dpuf
Kalo liat-liat dojo di internet kayaknya keren banget ya. Pertama kali ngebayangin mau latihan juga wiih kayaknya asik tuh tempatnya adem, ayem, PERMANEN.. Ternyata sejarah Dojo untuk jritsukai ga begitu (hahaha). Kami seperti manusia purbakala yang hidup dalam kehati-hatian terhadap mangsa dari luar (apa siihh). Jadi begini, dojo kami sedang dalam kegalauan. Apalagi masalahnya kalau bukan karena penjaganya.. Huhuhu babeehh.. Katany sih Dojo ini baru pindah sekitar 1 tahunan (eh apa 2 tahun ya?) dimana sebelumnya sempat menyewa gedung pertemuan. Yang kemudian pindah lagi karena tidak ada kesepakatan dengan TUAN GEDUNG. permasalahan matras juga jadi penyebabnya. Mau ditaruh dimana matrasnya kita… (pake nada armada ya..) gitu deh. Trus sekarang juga gitu. Si TUAN PENJAGA KUNCI pun terkadang tidak mengindahkan kita. 😦
Hari dimana seharusnya kita latihan ada aja alasannya gedung dipake, trus belum diberesin dan lain lain..
Lagi-lagi iri sama dojo lainnya.

Baca lebih lanjut

Senyuman.

Apakah kau percaya bahwa setiap senyuman adalah kebahagiaan?

Mungkin iya. Kebahagian yang terpancar dari ribuan duka yang dipendam.

Rona merah muda pada pipinya begitu menggoda. Tatapannya yang ceria seakan tak ada satu pun rintangan dalam kehidupannya,

Mungkin iya. Merah muda ceria yang terimplementasikan dari rasa marah dan kecewa. Aku rasa dia mengolahnya dengan baik.

Apa kau pikir hidupnya hanya bersenang-senang? Bermain tanpa beban?

Ah, kau tertipu lagi. Dia tak pernah seperti yang kau kira. Sejuta kecewa, kemarahan, kepedihan, duka, semua mampu ia kompilasikan menjadi harapan. Yang banyak orang akan menyangsikan.

Tapi ia tahu. Tuhan telah banyak “mengerjakan” ketinggalannya. Jadi, apa pula yang ia risaukan. Tak ada menurutku. Bahkan keyakinannya melebihi keraguan orang-orang padanya.

Ah satu senyuman mungkin tak bermakna bagimu. Tapi, tahukah kau bahwa marah itu menjadi sirna hanya karena air muka yang tenang dan mendamaikan.

Bukankah kita semua ingin seperti itu? Menjadi bahtera bagi mereka yang tak tahu harus kemana.

Tulisan ini begitu sederhana. Seperti senyuman yang seakan tak berguna. Kita tak pernah tahu hari berat apa yang mereka hadapi.

Akankah kita menjadi beban bagi hari mereka? Atau menjadi pelita dari awan mendung yang menutupi?

Ah lagi-lagi aku berkata omong kosong!

Aku sama sepertimu. Ingin memaki dunia.

“Hai! Untuk apa senyum palsu itu?!”

Begitu kira-kira. Kembali aku berkaca. Setidaknya mata menyipit, pipi naik, bibir tersungging itu milikku. Bukan milik orang lain. Dan aku tak harus membayar mahal untuk melihat keindahannya.

Aku sama sepertinya. Sudah lama jatuh hati pada senyuman yang sering dibagi.

bagaimana Denganmu? Oh ini satu untukmu 😊

Kau Dapatkan Apa Yang Kau Cari

Wow.. Lama sekali ga nulis blog ini ya. Rasanya jadi seperti harapan kosong pingin punya buku sendiri tapi jarang nulis hihihi.. Jujur kangen banget. Apalagi di kepala semua udah muter apa yang mau ditulis. Ternyata belajar memang ga pernah mudah, namun selalu menyenangkan. Seperti sekarang, setelah pelatihan sebulan lebih akhirnya aku bisa pindah dan menerapkan apa yang aku pelajari. Sama seperti sebelumnya, awal tidak pernah mudah sehingga kita jarang terlena untuk Baca lebih lanjut

Training ABA dan Lapas

Hi guys. Long time no see ya…  Hari ini ketemu di Tangerang. Saya dan teman-teman sedang Training ABA, hari pertama training dari 3 hari dijadwalkan. Dan ini adalah hari ke-4 saya mulai bergabung bersama KIDABA. Banyak hal menarik yang saya temui.. Banyak. Salah satunya hari ini. Training di dalam Lapas 1 Tangerang.

Hadir di sana terapis kidaba centre dan homebase. Siapa yang mengisi training? Beliau adalah Bapak kidaba Indonesia, dr. Rudi Sutadi dan hadir pula dr. Kresno mulyadi. Kali ini saya tidak mau membahas tentang autistik lebih banyak (fasilitas yang digunakan tidak mendukung hehe, iphone yang telah lemot ini menyiksa detak jantung saya 😂).

Sedikit saya singgung saja ya.. ABA dipopulerkan oleh O. Ivar Lovaas. Ya saya sudah mengagumi metode ini sejak kuliah (belajar pengayaan dulu karena tidak dapat di kampus). Prinsipnya “if they can’t learn the way we teach, we teach the way they learn”. Dan prinsip ini saya ajarkan pula pada anak-anak normal. Korbannya ponakan saya hehe. Berhasil berhasil kata Dora.

Kembali ke training dan penjara. Memang secara fisik tidak dapat kemana-mana namun pikiran dan karya tidak pernah dapat dibatasi oleh dinding dan jeruji tahanan. Menginspirasi. Dan saya bersyukur mendapat kesempatan belajar lebih banyak di sini. Bekal untuk nanti menjadi ibu yang baik. Kelak suatu saat jika Tuhan mengizinkan.

Thanks God I finally found my world. The last. Dan berikan aku hati yang tetap tenang, bersyukur dalam setiap kesempatan, kehadiranku membawa manfaat dan kebaikan bagi sesama. Cita-citaku tidak pernah berubah namun Engkau ubah haluanku. Sayangi mereka yang menyertakan aku dalam doanya. Bantu aku membalas mereka meski dalam cara yang sederhana, lewat doa..

Diet Day 3

Diet day 1 aja ga ada tiba-tiba diet day 3. Yasudahlah apapun itu. Jadi, seminggu lalu gue dikirimin semacam nutrisi gitu dari mbak Ajeng Trihananti. Kebetulan doi adalah konsultan oriflame. Dan udah tinggi gitu levelnya, director. Gue mah ga begitu paham sekarang. hehe maap ya…

Ya tiga bulan yang lalu gue udah semangat banget karena berat badan gue turun 5 kilo. Jadilah segala macam celana dikecilin. Salah satunya

jeans foot and playboy

Celana ini enak banget sebelumnya, PAS! Tapi, 3 hari lalu dipake rasanya ga bisa gerak. Tapi, ini adalah indikasi yang sangat tepat untuk mengukur berat badan gue. Menurut perkiraan gue, berat badan gue meningkat sebanyak 3kg lagi. Data ini bukan data yang akurat karena gue ga punya timbangan di sini. Ok, otak gue pun memaksa gue untuk segera cari timbangan. Akhirnya, gue pun bersepeda ke apotek. Gue paksain pake tuh celana supaya bisa mengukur berapa ketahanan gue, berapa banyak oksigen yang bisa masuk dikala perut tertekan namun dengan motivasi yang sangat kuat. *apalah*

Jadilah gue ke apotik. Kali ini ga pake mesin, tapi cukup natural. Gue goes. Bukan goes in english ya.. Goes. goo weess.

polygon

Yap, sepeda kakak ipar gue pinjem. Udah niat banget nih buat ke apotek. memastikan ilmu kirologi (ilmu kirra-kira) gue tepat. Ok, mulai bergeraklah gue, dengan napas tersengal-sengal diantara panas matahari, karena saat itu jam 1 siang. Gue diliatin orang-orang karena goesan yang bersemangat. Mereka pasti bisa mengira kalo gue emang pingin banget kurus. Sepuluh menit kurang lebih sampailah gue di apotek. Mencari obat jerawat. Kenapa obat jerawat? Pertama, murah. Kedua, gue butuh. Ketiga, ga ketauan banget lah kalo cuma mau numpang nimbang.

obat jeerawat manjurgue kasih judul obat jerawat manjur karena ini obat yang sesuai dengan kebutuhan gue dan ga buat iritasi. Baca lebih lanjut

Mr. CEO

Kesempatan yang jarang bisa berbagi kisah dengan Mr. CEO dulu. Beliau pernah “membaca” karakter gw sebagai anak psikologi (ga tau tiba-tiba karakternya disamakan dengan karakter istrinya yang jebolan psikologi juga). Tebakan beliau:

  1. Kamu emang pendiam. Tapi diam-diam dendam “Liat aja nanti”. Ooopss mungkin itu berlaku untuk beberapa tahun lalu. Tapi, saya sekaran tidak mau menyimpan dendam Pak karena saya tahu betapa tidak bahagianya orang mendendam. Jiwanya ga bebas, saya ga mau seperti itu. Naah tebakan Bapak meleset untuk saat ini.
  2. Kamu biasanya bertahan di lingkungan yang tidak nyaman buat kamu. Misalnya kamu itu berteman dengan mereka yang ga sepemikiran. Dulu jawabannya, ga pak, saya mah sukanya sama yang nyaman, kalo ga nyaman saya tinggalin. Sekarang, setelah dipikir-pikir… Ia juga ya, bukan ke pertemanan tapi pada beberapa hal gw akan bertahan pada situasi yang tidak menyenangkan supaya gw ga membuat “keributan”.
  3. Kehadiranmu itu membuat tenang. Kamu itu ngadem-ngademin situasi orangnya. Aaaahh Bapak bisa ajaa hahaha. Kalo ini walau ga sepenuhnya bener gw iyain aja lah.. Berharap jadi doa, dimana kehadiran gw membawa kedamaian. Padahal pada beberapa kasus gw yang nyiptain api. Tapi tetep thank you loh pak mantan CEO
  4. Kamu biasa menganalisa dulu. Yang ini belum jelas maksudnya. Tapi emang gw biasa menimbang semuanya sambil jalan. Kalo dirasa ga berhasil akan ubah haluan tentu semua resiko sudah diperhitungkan. Masih dalam visi semuanya. Btw pak.. Dulu bawahan anda loh (atasan tidak jadi langsung saya) yang mengatakan bahwa analisa saya rendah. Saya dianggap “terbiasa” menjawab soal psikotes. Tapi otak saya tidak mungkin bisa menipu kemampuan berpikir yang satu itu. Analisa. Padahal saya tau dimana saya lemah psikotes kala itu. Memori saya ini memang ajaib pak. Untungnya ujian S1 itu skripsi yang mengharuskan penelitian dan presentasi. Kalau mengerjakan soal hapalan saya mungkin lulus tapi dibawah garis kemiskinan.

Dari pembiacaraan kita kala itu bolehlah saya GR ya pak, hihii, sepertinya Bapak percaya sama saya tapi memang kita tidak berjodoh untuk bertemu lagi di perbincangan selanjutnya, seperti yang dibicarakan sebelumnya. Sayang, saya ga bisa pamit langsung. Tapi, “penilaian” Bapak yang sesaat tentang saya cukup membahagiakan. Setidaknya ada yang berpikiran positif tentang saya. Apalagi diantara teman-teman yang kala itu ada Bapak membuat saya jadi sedikit berharga. haha.. makasih loh Mr. CEO, wish you luck selalu.