Ki dan Aikido

Judul dan isinya akan ga nyambung. Namun, terima sajalah yaa. hihiii. Alkisah adalah seorang gadis tua yang mencoba untuk memperbaiki masa lalunya. Bertahan pada situasi yang me-nage-kan. Dia bangkit dan terus bangkit. Pernah atemi datang bertubi-tubi. Rupanya dia lupa menjaga ma’ai-nya. Waaah, kesalahan yang fatal.

Seperti layang-layang dan truk di jalan. Seharusnya Ia menjaga jarak aman. Dia lupa bahwa waspada itu yang utamanya. Serangan tidak hanya dari depan. Tapi, segala penjuru.

Lalu ia menyalahkan lainnya. Katanya mungkin ini salah mereka. Ah.. dia terlalu bertenaga. Uh berisik dan menyebalkan. Sayang, dia lupa bahwa o-sensei mengajarkan bahwa “I want considerate people to listen to the voice of aikido. It is ot for correcting others; it is for correcting your own mind”.

Kebanyakan manusia menyalahkan manusia laiinya tanpa mau mengoreksi dirinya terlebih dahulu. Apakah mereka melihat kebelakang? bahwa dia yang sekarang adalah karena mereka yang bertahan pada keegoisannya.

Waah kau merindukan mereka ya? Bersyukur karena mereka? Maka, berbuatlah seperti mereka.

Perbuatan baik tidak pernah mudah. Namun perbuatan baik selalu menghasilkan buah yang menyegarkan. Buah perdamaian. Prinsip Aikido.

Tanpa melukai. Ah… i love you o-sensei…

Iklan

McDojo (Dojo oh Dojo)

Dojo oh Dojo.. Bagaimana nasibmu kelak? Terlanjur jatuh hati sudah pada olahraga ini. Tapi apalah arti kami tanpamu Dojo. Ibarat tuna wisma 😀 *lebay dikit.

Dojo itu (abis googling haha)…..

Kata dojo (道場,) adalah istilah bahasa Jepang yang secara harfiah berarti “tempat jalan”. Pada mulanya dojo sebagai tempat untuk belajar dan mengajarkan Buddha, dalam perkembangan dewasa ini istilah dojo adalah tempat latihan, belajar budo, tempat mencari pencerahan, atau place of the way. Istilah dojo juga digunakan untuk menggambarkan ruang meditasi tempat praktek meditasi Zen Buddhis zazen, sebagai  pengganti dari “zendo” istilah yang lebih spesifik, dan lebih banyak digunakan untuk menyebut ruang meditasi mereka, seperti yang dilakukan master pendiri mereka, Taisen Deshimaru. Istilah dojo merujuk pada tempat pelatihan formal untuk orang Jepang melakukan seni, tetapi lebih spesifik  dianggap tempat pertemuan formal bagi murid dan guru dari berbagai seni bela diri gaya Jepang untuk melakukan pelatihan, ujian dan pertemuan terkait lainnya. – See more at: http://aikidojogjakarta.com/?p=625#sthash.XloggTAc.dpuf
Kalo liat-liat dojo di internet kayaknya keren banget ya. Pertama kali ngebayangin mau latihan juga wiih kayaknya asik tuh tempatnya adem, ayem, PERMANEN.. Ternyata sejarah Dojo untuk jritsukai ga begitu (hahaha). Kami seperti manusia purbakala yang hidup dalam kehati-hatian terhadap mangsa dari luar (apa siihh). Jadi begini, dojo kami sedang dalam kegalauan. Apalagi masalahnya kalau bukan karena penjaganya.. Huhuhu babeehh.. Katany sih Dojo ini baru pindah sekitar 1 tahunan (eh apa 2 tahun ya?) dimana sebelumnya sempat menyewa gedung pertemuan. Yang kemudian pindah lagi karena tidak ada kesepakatan dengan TUAN GEDUNG. permasalahan matras juga jadi penyebabnya. Mau ditaruh dimana matrasnya kita… (pake nada armada ya..) gitu deh. Trus sekarang juga gitu. Si TUAN PENJAGA KUNCI pun terkadang tidak mengindahkan kita. 😦
Hari dimana seharusnya kita latihan ada aja alasannya gedung dipake, trus belum diberesin dan lain lain..
Lagi-lagi iri sama dojo lainnya.

Baca lebih lanjut