Ki dan Aikido

Ki dan Aikido

Judul dan isinya akan ga nyambung. Namun, terima sajalah yaa. hihiii. Alkisah adalah seorang gadis tua yang mencoba untuk memperbaiki masa lalunya. Bertahan pada situasi yang me-nage-kan. Dia bangkit dan terus bangkit. Pernah atemi datang bertubi-tubi. Rupanya dia lupa menjaga ma’ai-nya. Waaah, kesalahan yang fatal.

Seperti layang-layang dan truk di jalan. Seharusnya Ia menjaga jarak aman. Dia lupa bahwa waspada itu yang utamanya. Serangan tidak hanya dari depan. Tapi, segala penjuru.

Lalu ia menyalahkan lainnya. Katanya mungkin ini salah mereka. Ah.. dia terlalu bertenaga. Uh berisik dan menyebalkan. Sayang, dia lupa bahwa o-sensei mengajarkan bahwa “I want considerate people to listen to the voice of aikido. It is ot for correcting others; it is for correcting your own mind”.

Kebanyakan manusia menyalahkan manusia laiinya tanpa mau mengoreksi dirinya terlebih dahulu. Apakah mereka melihat kebelakang? bahwa dia yang sekarang adalah karena mereka yang bertahan pada keegoisannya.

Waah kau merindukan mereka ya? Bersyukur karena mereka? Maka, berbuatlah seperti mereka.

Perbuatan baik tidak pernah mudah. Namun perbuatan baik selalu menghasilkan buah yang menyegarkan. Buah perdamaian. Prinsip Aikido.

Tanpa melukai. Ah… i love you o-sensei…

Yes Fey

Yes Fey

Yes Fey i can’t go back. Reverse everything. Should we go Fey? To neverland. I ain’t Soledad. But it looked like her. Uh. Yes Fey. I knew it. I did that mistake. My fault. So, what should i do Fey? Being a fool a whole day? Yack! No Fey. I could not learn from my past journey. Again again and again. Other missed. I would like to scream out. But should i Fey? Yes Fey. I totally understood! Is it my alter ego who  just deny deny deny? Perhaps. Hey Fey. I misa you a lot. How far i went away? But you just stay there. Hmmm… Fey like you said. Adaptation or acomodation? Shall we do both? Even i know that must be hard. Fey.. Help me. Swept the traces.

Video

Because of You

Fey.. Malam ini ga sengaja ketik nama Mrs. Reba ternyata ada klipnya yang duet sama Ms. Kelly one of my favorite singer. Mereka duet di lagu yang juga favoritku.. Because of you. Harus ya di saat seperti ini pas banget lagunya. Ditambah lagi videonya yang semakin buat dalem maknanya..

seperti dalam viclip itu. Reba geleng kepala ketika melihat kelly balik lagi dan bertahan. Dengan alasan apapun. Meski tersakiti. Ya Fey, manusia kadang dibutakan cinta dan harus bertahan karena sebab sebab yang tak biasa. Haruskah? Hanya mereka yang tahu. Ini Fey viclipnya.. Sayang ga seperti wp yang dulu bisa menampilkan vid langsung.. Hmm. Tak apalah fey. Aku hanya punya tugas untuk bersyukur

Pursuit of Happyness

Pursuit of Happyness

Pursuit of Happyness

Did you remember this movie, Fey? There is a similar thing between me and Chris Gardner. Ya… the suitcases. If Gardner moving from shelter to shelter. I am moving from town to town. Lucky me, I don’t have to queue to get a bed for resting. Ya, lucky me, having family who gave me a place to go. So thankful. If Gardner brought Christopher, I brought you.

I do remember when he tried to sell the bone density scanner. That’s the mental i need. There’s no need to be shy about our job. He did his seriously, cause he knew he had a son and a wife. Even i don’t have son yet. I knew i should do the same thing. World never promise gives an easy life. World promise gives you so much chances. Take it or leave it. Some people say chance come twice but in different faces. But i believe once i lost it. I lost the best one. So, i must ready, every time. Always ready such as my suitcases. I don’t need a commode. I just need my backpack and suitcase. They are always ready to go every where i go.

Chris Gardner quotes

“The future was uncertain, absolutely, and there were many hurdles, twists, and turns to come, but as long as I kept moving forward, one foot in front of the other, the voices of fear and shame, the messages from those who wanted me to believe that I wasn’t good enough, would be stilled.”
Chris Gardner, The Pursuit of Happyness

Every man has their own signal. How hard our life Fey, don’t ever try stop hoping, dreaming. We never knew, how close we are to them. I may concern about people opinion but Gardner told me through his son.

Christopher Gardner: Hey. Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me. All right?

Christopher: All right.

Christopher Gardner: You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it. Period.

You told me before. No one know what’s in your head. No one will understand your thought. But, If i know what  want, this is enough, isn’t it? So many people busy commented your life. Listen, but don’t be distracted. You know your own path. Like them. They doing their own stuff. They won’t listen, will they?

I make believe. One day, you, backpack, and the suitcases will take a rest. But not today. We should travel more. We should collect our happyness. It doesn’t mean we are not happy right now. We do. But we try to patch up “a thing”. I knew we can. We don’t need lot of wardrobe, just a few pants and jacket to protect us from cold and mosquitoes.

I am happy Fey, never felt happier than today. Perhaps happiest is a must. We must run to reach it. We must smile to attract it. We must pursuit to spread it to others. They can’t buy our happiness. They can’t dictate what we gonna do.

last sentence Fey

Others may question your credentials, your papers, your degrees. Others may look for all kinds of ways to diminish your worth. But what is inside you no one can take from you or tarnish. This is your worth, who you really are, your degree that can go with you wherever you go, that you bring with you the moment you come into a room, that can’t be manipulated or shaken. Without that sense of self, no amount of paper, no pedigree, and no credentials can make you legit. No matter what, you have to feel legit inside first.” Chris Gardner.

Pusnya

Pusnya

Hmm hari ini teringat si Pusnya yang udah tidur lelap di belakang masjid arrahmanirrahim Pancoran Barat. Pusnya adalah seekor kucing kecil yang ketika itu sedang berjalan lunglai di depan apotek. Tubuhnya dipenuhi  oleh kotoran dan luka. Dulu, kucing bukanlah hal yang boleh aku dekati. Dengan berbagai macam alasan. Alergi, kuman, virus, dan lain-lain. Tapi, aku tidak pernah membenci kucing karena aku tahu kucing adalah hewan kesayangan Rasulullah. Hewan yang bebas berkeliaran di dalam rumah karena tidak ada najis di dirinya.

Hari itu, aku hanya memandangi pusnnya, beberapa orang yang lewat menendang-nendang mungkin dengan maksud menyelamatkan dia dari keganasan jalan raya. Pusnya sudah berjalan terseok-seok. Aku yang tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kucing mencoba untuk menjadi “penyelamatnya”. Aku angkat Pusnya dari jalanan. Lalu, aku amati badannya. Hmmppft, penuh luka dan oli. Apa dia baru saja dari got. Bau sekali. Tanpa berpikir panjang aku mandikan saja. Haduuh dan di sinilah mungkin awal dari nasib si Pusnya.

Aku bawa Pusnya ke gudang untuk kumandikan dengan sabun switszal. Kupikir akan baik-baik saja.. Pikiran yang bodoh. Tubuhnya menggigil. Ok, saatnya kasih kehangatan. Aku dibantu Asisten Apoteker kala itu iyong mencoba berbagai macam cara. Memotong semua kain yang ada, selimutin, jemur. Aaahh satu lagi matanya kasian, ada beleknya, seakan menguasai obat aku beri dia salep mata manusia. Iya, salep mata manusia. hiks hiks.. Aku sungguh tak paham apa yang kulakukan. Setelah kumandikan dan kuberi salep tidak ada tanda-tanda si Pusnya membaik. AAhh aku perlu pertolongan. Aku hubungi semua yang mengerti tentang kucing. BU Tanti adalah orang yang tepat. Ah tapi pulsa hanya bisa ke sesama operator. Pakai telpon kantor ga etis sekali. Cari cari cari.. Oke Pak Wifqi.

“Pak Wifqi, ada Bu tanti ga?”

“Ada nih sebentar..”

“Bu Tan, aku nemu kucing nih, kondisinya udah ga bagus, tadi aku mandiin dan aku kasih salep matanya karena belekan. Dia lemes banget, kenapa ini, aku harus kasih apa ya?”

“kasih aja telor sama madu ya, atau susu. Kita lagi ada pelatihan nih. WA aja ya ki”

Segera saja aku minta inyong cari telor.

“Inyong tolong beli telor buat si Pusnya ya. Beli susu yang tawar juga, ini kasian banget niihh aduuhh”

Iiihh Inyong lama banget. Diapain nih si Pusnya.. Akhirnya aku kasih madu yang ada di apotek tanpa apa-apa. iinyong dataang

Mba telornya belom dapet. Ini susunya”

Ok aku kasih susu lagi, tapi kok dia masih lemes ya.. Ehhm kalo orang dia butuh energi dari yang manis-manis jadilaah aku tambah susu itu dengan gula.

Tiing.. WA berbunyi.

“Niih ane punya sodara, dia suka banget kucing. Ente bisa tanya sama dia. Pasti bantuiin. Namanya Miftah”

Ah Pak Wifqi memang inisiatifnya tinggi. Akhirnya, aku coba hubungi nomer itu.

“Mas Miftah, saya temennya bang Wifqi, saya nemu kucing kondisinya ga bagus, harus diapain ya”

kira-kira begitu bunyinya. Duuuh Inyong cepet dateng aku harus apa nih. Pusnya bertahan ya, Inyong lagi cari telor..

Kring kring… Ada telpon masuk.

“Halo, assalamu’alaikum..”

“Wa’alaikumussalam, ini Miftah, kenapa kucingnya….” dan bla-bla-bla

Alhamdulillah, baik sekali Mas Miftah ini menelpon. Aku ceritakan semua yang kuperbuat sama Pusnya. Tuhan, rupanya salah semua yang kulakukan.

  1. Harusnya aku tidak memandikan kucing
  2. Jangan pernah kasih obat-obatan manusia ke kucing
  3. Jangan kasih madu tanpa dicampur telor
  4. Beri hanya susu yang aman buat kucing. yang plain. dll

Seharusnya apa yang dilakukan

  1. Beri makan segera telor dan madu
  2. Bersihkan matanya dengan kapas dan air hangat
  3. Selimuti supaya ga kedinginan
  4. Hubungi dokter atau siapapun yang paham sama kucing

Ingat kucing berbeda. don’t treat them like a human. They are special. Aku benar-benar buta akan kucing.. mas Miftah sempat bertanya akan diapakan kucingnya. Karena saat itu aku kos maka aku tinggal kucing itu malam pertama di outlet, di dalam kardus berisi kain yang banyak. Aku letakkan juga susu plain di samping. Aku pikir akan memudahkan dia jika mau minum.

Esok hari, aku tengok si Pusnya,, tidak!! Rupanya dia poop, hitam, dia lebih lemah dari kemarin. Ada apa ini…

“Mas Miftah, Pusnya poop item banyak, sekarang ga bisa gerak. gimana ini, diapain”

Aku mulai panik. Apa keputusanku “menolong” Pusnya adalah kesalahan. Bisa jadi dia tetap hidup kalau aku tidak “mengadopsinya” dari jalanan. Bagaimana ini… jantungku mulai berdetak kencang. Aku belum penah memiliki keterikatan pada apapun. Tapi, mata Pusnya saat pertama menatapku berbeda. Pusnya berhasil membuat aku jatuh hati. Dalam hati aku berkata aku akan siapkan tempat tinggal untuk Pusnya nanti kalau aku punya rumah. Selama di kos mungkin aku akan titipkan dl pada siapa yang mau kutitipkan *Bu Tanti*. Yups, Im falling in love with Pusnya

Aku kirim poto Pusnya ke Mas Miftah. Read more

Falling Slowly Lyrics -Glen Hansard-

Falling Slowly Lyrics -Glen Hansard-

I don’t know you, but I want you
All the more for that
Words fall through me and always fool me
And I can’t react

And games that never amount
To more than they’re meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
The moods that take me and erase me
And I’m painted black

Well, you have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly sing your melody
I’ll sing it loud

Songwriters
HANSARD, GLEN / IRGLOVA, MARKETA / MACCONIOMAIRE, COLM / DOYLE,, JOSEPH / BOCHNIK, ROBERT

Malam Minggu

Malam Minggu

Hai Fey, baru saja pesan masuk. “malam minggu nih…” Lalu? Aku? Kurasa seperti malam-malam sebelumnya. Tak ada yang spesial.

Kata lagu

Malam minggu malam yang panjang

malam yang asyik buat pacaran

pacar baru baru kenanalan

kenal di jalan jendral sudirman

Duh duh.. Malem minggu (ini nih satu-satunya hari yang ga disadur dari bahasa arab, AHAD yang berarti satu) Buat pusing. Ini malem Fey, semua orang lagi bertanya-tanya siapakah pengisi kabinet Jokowi-Jk. Lalu sebagian pusing menghadapi MEA pasar bebas ASEAN yang sebentar lagi beredar.

Ini diingatkan lagi malam mingguan. Huhuhu ada apa denganmu malam minggu, katanya malam yang panjang. Tapi buktinya ga kan???

malam senin ke malam minggu = 6 hari

malam minggu ke malam senin = 1 hari??

padahal jarak jakarta – solo, solo – jakarta samaa… huhuhu…

malam minggu…

Trus penting ga sih Fey yang aku ungkapkan?? Ga ya.. Sama seperti sms malam ini.. Malam minggu nih malam minggu.

Ah sodara Sitompul malam minggu ga berlaku. Habis sudah masa berlakunya.

Fey, Fey, Fey.. Tak ada lagi senandung rindu. Aku hanya sedang menanti kehadiran ibuku yang sangat kurindu. Semoga saja pemimpin rumah tangganya mengizinkan Beliau untuk datang ke sini.. Ahh rindu ini hanya untukmu Ibu..

Iya Fey, ibu yang tak sempurna tapi mencoba untuk membuat hidupku selalu sempurna. Ibu biasa seperti ibu-ibu lainnya. Ibu yang memperjuangkan kebahagiaan anak di atas kebahagiaannya. Ibu yang mengusap airmatanya demi melihat senyuman di wajah putri-putri tercintanya.

Malam minggu ini Fey, aku sangat menrindukannya. Mungkin kata ini tak kuucap. Tapi ia paham karena hati yang berbicara.

kenapa dek nelp? Kangen ya?”

Sederhana Fey kata-katanya tapi bisa menghilangkan haus rindu dalam dada. Ingin aku berkata

Oh ibuku wanita yang sederhana dan bersahaja..

Ah tapi itu terlalu mengada-ngada… Ibuku perempuan galak nan  menyebalkan!! Aku habis ditinggal olehnya karena menangis seharian. Tapi bagaimana pun kasih ibu tak pernah bertepi..

Aku ingat Fey, momen terindah bersamanya, mungkin hanya beberapa menit. Kala itu ketika aku SMA. Ibuku mengunjungiku hanya beberapa jam, dan tiba-tiba saja dia menciumi pipi dan dahiku. Seketika aku ingin menangis dan memelukanya mengatakan aku sangat menyayangimu mama. Tapi, jiwa mudaku terlalu gengsi, aku hanya diam dan menatap matanya yang berkaca-kaca.

Pesannya “baik-baik ya dek”

Ah Fey,, aku pun ingat pertama kali aku mendapatkan gaji bekerja sebagai guru yang alhamdulillah cukup untuk sebulan. Tapi aku benar-benar pusing putar otak. Bayar kontrakan, bayar listrik, biaya kebersihan badan kontrakan, pulsa, bahkan tanpa biaya make up dan baju ketika itu. No no.. Lalu tiba-tiba Fey aku teringat mama. Airmata berhasil jatuh tanpa komando dan tak bisa berhenti.

Bagaimana beliau membiayai kami waktu itu? Empat orang putri dengan banyak kebutuhan lainnya. Belum ketika aku merengek meminta ini dan itu, belum ketika adikku meminta buah-buahan yang biasanya hanya ada di tempat orang kelas menengah ke atas. iiihh betapa aku sangat menyebalkan. Akhirnya Fey, aku sms ibuku.

Mama maapin aku ya, pasti mama dulu pusing banget bagi-bagi uang untuk anak-anak, uang ini uang itu, beli ini beli itu. Aku yang cuma untuk diri sendiri aja sekarang pusingnya setengah mati. Maap ya maa, nyusahin mulu, belum bisa nyenengin mama. Doain supaya bisa bahagiain mama

😥 menangis tak henti-henti malem itu. Selama ini Allah kasih malaikat untuk melindungi aku terus Fey, tapi aku ga pernah sadar. Bahkan sampai saat ini masih banyak keinginan mama yang pastinya untuk kebahagiaan aku juga tapi belum bisa aku penuhi.

Mamaku juga banyak dosa Fey, dia sama sekali ga sempurna, tapi pingin sekali belajar jadi lebih baik. Aku ingat Fey, saat mama minta diajarkan baca Al-quran. Mama minta diajarkan baca iqro dulu, karena dari kecil mama ga pernah belajar ngaji dan sholat. Beliau sempat belajar di sekolah nasrani dan sempat cerita pernah dihukum untuk berdoa di gereja. Akhirnya aku tahu karakter rebel ini diturunkan siapa. (Ibuku nan ayu! Kau yang bertanggung jawab 😀 )

dek, mama seneng kalo kamu pulang ada yang ngajarin ngaji. Kalo Tiwul yang ngajarin mama dimarahin mulu” sambil melirik adikku

abisnya mama diajarin susah, ngeyel banget. Yaiyalah aku kesel”

dan mama  pun hanya tertawa.

Ibuku...
Ibuku…

Malam minggu ini Fey, bayanganku terbang ke kampung nan sederhana. Beliaulah yang memiliki keinginan anak-anaknya bisa mengaji. DIpanggilkan kami guru agama ke rumah (Pak Tarmuji namanya) Tapi memang aku yang paling ga tenang. Ketika Awin dan Petot belajar ngaji maka aku akan ada di atas kursi meja makan dan makan apapun yang ada. Mondar mandir ga karuan.

Tapi, alhamdulillah Allah kasih aku kesempatan untuk mengingat pentingnya mengaji.

Bukankah orangtua kita akan dipakaikan mahkota di surga nanti ketika kita mampu membaca ayat-ayatnya dengan baik dan benar. Ketika kita menutup aurat kita, mereka pun terselamatkan. Ketika kita menjalankan apa yang kita baca dan membaginya untuk sesama. Mereka pun akan dilapangkan kuburnya didamaikan kehidupan akheratnya.

Niatnya ke tanah suci memang belum bisa terlaksana. Semoga Allah mengizinkan hal itu terjadi.

Malam minggu ini Fey, seperti malam-malam lainnya, merindukan dan melupakan. Merindukan semua kehangatannya, melupakan kesalahannya. Ia pun manusia biasa. Semoga pengabdiannya pada suami membawanya ke surgaMu ya Rabb.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menjadi cahaya bagi keluarganya, kedamaian dan keberkahan. Bukankan Rasulullah berpesan

ibumu, ibumu, ibumu, kemudian bapakmu”

Karena sakitnya ibu kala mengandung dan melahirkan tidak bisa dibayarkan dengan apapun hingga Allah memberikan pahala Jihad bagi mereka. Mati syahid ketika melahirkan anaknya. Lalu, dosaku selama ini Tuhan?

mama selalu doain kamu dek, mama maafin kamu pasti”

Itulah kata-kata mereka. Dan malam minggu yang paling kurindukan adalah malam minggu bersama ibuku.. Malam minggu bersama perempuan yang melahirkanku. yan memberikan airmatanya demi tawaku, yang menahan laparnya demi tenagaku. Perempuan yang kukenal seumur hidupku yang tidak akan pernah meninggalkanku.

Tempat dimana aku selalu bisa kembali. Fey, doaku dulu terlihat naif, konyol, dan bahkan kurang ajar. Tapi, aku benar memintanya. Jika bisa aku ingin ibuku dulu yang meninggal dibanding aku. Karena beliau berpesan

yee kenapa takut mandiin mayat. nanti kalo mama mati siapa yang mandiin? Kamu yang harus mandiin dek”

ga ah, takut ngapain”

Permintaan yang konyol dulu pikirku. Tapi saati ini membayangkan saya membuat air mataku menetes. membayangkan menyeka kulitnya yang keriput dimakan usia. Astaghfirullah…

Tentu aku ingin mengantarnya, memandikannya, mendoakannya, menjadi anak sholeh yang doanya Allah terima. Yang akan melapangkan kuburnya dengan lantunan ayat-ayat suciMu.

Ah malam mingguku memang tidak seindah malam minggu miko. Tapi, Bayangan ibuku Fey, lebih indah dari semua perhiasan di dunia..

Selamat bermalam minggu 😉

Emosi

Emosi

Fey.. Hati mungkin bergejolak yang disebabkan berbagai macam hal. Hal sederhana seperti sebuah pena yang tak diletakkan di tempatnya atau seperti pensil yang lupa entah ada dimana. Tapi, bagaimanakan menahan emosi ini? Bukankan sewaktu kecil kita terbiasa menahan amarah dalam dada. Mereka lupa bahwa anak kecil pun memiliki emosi dan tekanan dalam hidupnya. Justru tekanan itu membuatnya semakin menggila.

Fey, betapa sulitnya mengungkapkan emosi dengan bijaksana. Aku pun hingga saat ini masih belajar. Aku bagaimana belajar untuk memendam, menghilangkan, atau menyatakan emosi dengan cara yang benar. Dulu aku terbiasa untuk tidak berekspresi apalagi menangis, ya seperti kau Fey..

Tapi saat ini, aku mampu menangis (ah bahagianyaa) meski hanya di hadapan orang-orang tertentu.. Aku menangis di hadapan orang yang aku percaya. Di hadapan mereka yang sekiranya mau mengerti (atau seakan mengerti hihi). Bukan empati dari mereka yang kita inginkan pasti, tapi hanya sekedar kesempatan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya. Yang sejujurnya ada dalam pikiran dan hati kita, iya kan Fey?

Seperti itulah pula. Maka lebih banyak tangisku hanya Ia yang tahu. Tentunya Ia tak akan menilaiku, menghakimiku, menyudutkanku. Tangan-Nya dan KasihNya akan ada di sana menerima keluh kesah kita. Menerima semua protes yang kita ungkapkan meski Ia adalah Yang Maha Tahu tapi masih saja aku menganggap diriku paling tahu.

Fey, Ia Maha Bijaksana oleh karenanya Ia terima aku apa adanya, dengan segala dosa dan khilaf yang ada. Fey, betapa beberapa bulan ini aku telah jauh dariNYa, Disepertiga malamku tak lagi aku rela bangun dan menyembahNYa. Berkeluh kesah padaNya, padahal aku sangat tahu Ia menungguku..

Emosi ini masih menunjukkan bahwa aku masih normal. Masih mampu merasakan sakit dan bahagia. Aku dan kamu Fey belajar bagaimana untuk tidak menyakiti orang lain dan bagaimana menghargai orang sebagaimana kita ingin dihargai.

Beberapa kali pasti kita pernah menerima penghinaan bahkan dari orang-orang terdekat, menyakitkan, padahal tak pernah sekalipun kita menyakiti mereka, bahkan sekedar kata-kata. Tapi itu mereka kan Fey? Kita tidak harus seperti mereka yang berbahagia ketika ego dan harga dirinya menjadi lebih baik ketika mengeluarkan kata-kata hinaan itu. Menangis? tentu saja Fey, menangis dapat meredakan semuanya, bahkan amarah yang bergejolak.

Kenapa tidak kita luapkan? Aku terlalu takut Fey, takut akan menyesal karena rasa marah yang keluar akan membawa kerusakan. Bukankah Ia menyukai orang-orang yang pemaaf?

Harga dirimu dimana? Harga diriku bukan berdasarkan penilaian orang lain, terlebih karena kehinaan yang datangnya dari manusia. Aku tahu aku tak lebih baik dari mereka. Tetapi, jika aku berbuat seperti mereka tentu aku sama buruknya dengan mereka bukan?

Kau mungkin menganggapku pembual dan pura-pura menjadi orang baikkan? Terserah orang berpendapat apa, aku hanya menjalankan yang aku percaya. Toh berpura-pura baik bisa menjadi suatu kebiasaan pula. Untuk apalagi usia kita? Kekayaan dan harta tak akan habis dikejar (walau itu masih jadi tujuan utamaku) Jabatan dan kedudukan bukanlah penilaian mutlak (hanya Ia yang berhak menilai). Bukankah ahli agama pun tak akan dijamin surganya ketika ucapannya melukai sesama. Hanya keridhaanNya yang mampu membukakan pintu surga.

teringat lirik ini

wahai Tuhan ku tak layak ke syurgaMu

namun tak pula kami sanggup ke nerakaMU

Memang tak mudah bagiku untuk memaafkan.Tapi aku jamin aku bukan pendendam, aku hanya perlu waktu untuk menetralisir semua rasaku. Bukannya aku tak punya harga diri, tapi apalah arti harga diriku jika sesama menjadi tersakiti. Padahal setiap waktu kita awali dengan menyebut nama Allah yang MahaPengasih lagi Maha Penyayang. Itu pun kita masih bisa berbuat kejahatan..

Iya Fey, itulah yang aku rasakan. Sebagaimana kau hidup dalam khayalku, aku pun ingin hidup dalam hidup yang Ia berikan ini. Emosi tak mungkin hilang, sedih tak mungkin kutepis, amarah tak bisa kuabaikan. Tapi aku bisa mengelola semua itu. Yah meski sekali lagi, aku butuh waktu. Aku ingin emosi ini hanya berupa cinta pada sesama Fey. Hingga saatnya Ia memanggilku, malaikat membantuku berkata “ia telah berusaha” bukankah agama kita agama kasih sayang, Rahmat bagi sesama? Bagaimana bisa aku menjadi rahmat bagi sesama jika rahmat itu tidak ada dalam diriku?

Fey.. Fey… Fey… Airmata hanya sebagian kecil keajaiban bagaimana mekanisme itu telah Ia pikirkan. Airmata yang menjadi representasi perasaan yang dalam, yang tak bisa diungkap dengan kata, yang tak mampu lagi ditahan oleh rasa dan tak bisa lagi disimpan dalam pikiran kita. Luar biasa bukan? Itulah mengapa segala emosi ini wajar adanya. Ia paham. Hanya satu Fey yang Ia minta.. Katanya kita hanya harus taat. Seperti sajak yang dikirimkan oleh guru mengajiku (akan ku post segera) dan seperti coping yang biasa aku lakukan (akan kutulis juga dalam pos yang berbeda).

Terima kasih Fey. Lebih baik rasanya. Akan lebih ringan pula dalam melangkah. Semoga Tuhan selalu mennjaga kita dalam kesalahan yang akan selalu ada. Menjadikan kita sebagai manusia yang hanya akan peduli pada Pendapat Tuhan bukan pada pendapat manusia lain yang juga penuh alfa.

Gambar

Hujan

Sunday April 8, 2012
pukul 12:08

Fey. Jika orang menghindari hujan karena berbagai macam factor. Maka, aku mencari hujan karena hanya ada satu sebab. Aku mencintainya. Semua bilang bahwa hujan membawa petaka. Banjir, logsor, badai. Menurutku itu hanya sebagian dari ungkapan kekecewaan penduduk bumi yang tidak bertanggung jawab. Tuhan bilang hujan itu anugerah. Coba pikirkan lagi. Berapa banyak tarian, sesembahan, atau ritual demi memanggil hujan? Berapa banyak pohon mati dan kekeringan yang dapat berakibat bagi rusaknya perekonomian? Manusia memang tidak pernah bersyukur.

Fey. Hujan tak semata datang karena angin yang membawanya. Ada kuasa yang lebih dari itu semua. Bagaimana pelangi itu ada jika tidak karenanya. Buatlah hujan deras seperti yang Tuhan ciptakan tentu tak ada satupun yang mampu. Kau tahu 2010 lalu pemeritah membuat hujan buatan dari bahan-bahan kimia yang ia tumpahkan di awan bersama garam demi menciptakan tetesan air. Agar kebakaran di Kalimantan tidak semakin besar dan merugikan Malaysia serta Singapura.

Fey. Hujan itu tak selamanya ada. Kenapa tak kau nikmati saja? Sebagaimana kau tahu bahwa aku selalu membawa payung dan jas hujan kemana pun ku pergi. Sekali ku tak membawa mereka, baru kurasakan betapa aku dan hujan bisa menyatu, menjalani takdir Tuhan. Aku tak memerlukan apapun lagi. Cukup aku dan hujan, berjalan bersama, tersenyum diantara langkah kaki. Semua memandangiku, menilaiku dengan tatapan sudut. Kau tahu kan maksudku? Melirik aneh. Bahkan diantaranya meneriakiku ‘menepilah, biarkan hujan pergi dulu’ bagaimana mungkin aku berkata. Jika inilah yang kuinginkan. Bersamanya.

Fey. Hujan tak pernah lagi membuatku sakit.

Bersama hujan aku belajar merasakan kedamaian, ketakutanku berubah mejadi kerinduan jika ia tak ada.

Hujan tak lagi membuatku ragu untuk melangkah keluar. Berbuat, berlaku sesuatu. Fey. Hujan tak kan mungkin dihindari. Dengannya doaku menjadi semakin kuat dimata tuhan. Bersamanya aku belajar bagaimana menerima. Sebagian mencaci. Sebagian mencari. Tapi ia tak peduli. Ia hanya tahu satu. Aku harus hadir saat itu juga.

Fey…Di sanalah aku memandangmu. Saat itulah aku tahu dan mengerti betapa bahagiannya kau lepaskan bebanmu, mengalir bersama rintikan hujan. Langkah kakimu masih tegas dan berirama. Saat itu aku jatuh cinta. Melihatmu tersenyum tulus menyambut kegelapan dan matamu mengerling indah ketika matahari datang. Dan benar Fey. Pelangi akan terlihat lebih indah karena lenganmu yang terbentang menyambutnya. Fey. Kau rasakan itu? itu aku yang menyapamu melalui hembusan angin. Tersenyumlah.. =)

http://thealternative.in/wp-content/uploads/2013/07/kid-playing-in-the-rain.jpg
http://thealternative.in/wp-content/uploads/2013/07/kid-playing-in-the-rain.jpg