Ki dan Aikido

Judul dan isinya akan ga nyambung. Namun, terima sajalah yaa. hihiii. Alkisah adalah seorang gadis tua yang mencoba untuk memperbaiki masa lalunya. Bertahan pada situasi yang me-nage-kan. Dia bangkit dan terus bangkit. Pernah atemi datang bertubi-tubi. Rupanya dia lupa menjaga ma’ai-nya. Waaah, kesalahan yang fatal.

Seperti layang-layang dan truk di jalan. Seharusnya Ia menjaga jarak aman. Dia lupa bahwa waspada itu yang utamanya. Serangan tidak hanya dari depan. Tapi, segala penjuru.

Lalu ia menyalahkan lainnya. Katanya mungkin ini salah mereka. Ah.. dia terlalu bertenaga. Uh berisik dan menyebalkan. Sayang, dia lupa bahwa o-sensei mengajarkan bahwa “I want considerate people to listen to the voice of aikido. It is ot for correcting others; it is for correcting your own mind”.

Kebanyakan manusia menyalahkan manusia laiinya tanpa mau mengoreksi dirinya terlebih dahulu. Apakah mereka melihat kebelakang? bahwa dia yang sekarang adalah karena mereka yang bertahan pada keegoisannya.

Waah kau merindukan mereka ya? Bersyukur karena mereka? Maka, berbuatlah seperti mereka.

Perbuatan baik tidak pernah mudah. Namun perbuatan baik selalu menghasilkan buah yang menyegarkan. Buah perdamaian. Prinsip Aikido.

Tanpa melukai. Ah… i love you o-sensei…

Iklan

Yes Fey

Yes Fey i can’t go back. Reverse everything. Should we go Fey? To neverland. I ain’t Soledad. But it looked like her. Uh. Yes Fey. I knew it. I did that mistake. My fault. So, what should i do Fey? Being a fool a whole day? Yack! No Fey. I could not learn from my past journey. Again again and again. Other missed. I would like to scream out. But should i Fey? Yes Fey. I totally understood! Is it my alter ego who  just deny deny deny? Perhaps. Hey Fey. I misa you a lot. How far i went away? But you just stay there. Hmmm… Fey like you said. Adaptation or acomodation? Shall we do both? Even i know that must be hard. Fey.. Help me. Swept the traces.

Because of You

Fey.. Malam ini ga sengaja ketik nama Mrs. Reba ternyata ada klipnya yang duet sama Ms. Kelly one of my favorite singer. Mereka duet di lagu yang juga favoritku.. Because of you. Harus ya di saat seperti ini pas banget lagunya. Ditambah lagi videonya yang semakin buat dalem maknanya..

seperti dalam viclip itu. Reba geleng kepala ketika melihat kelly balik lagi dan bertahan. Dengan alasan apapun. Meski tersakiti. Ya Fey, manusia kadang dibutakan cinta dan harus bertahan karena sebab sebab yang tak biasa. Haruskah? Hanya mereka yang tahu. Ini Fey viclipnya.. Sayang ga seperti wp yang dulu bisa menampilkan vid langsung.. Hmm. Tak apalah fey. Aku hanya punya tugas untuk bersyukur

Pursuit of Happyness

Pursuit of Happyness

Did you remember this movie, Fey? There is a similar thing between me and Chris Gardner. Ya… the suitcases. If Gardner moving from shelter to shelter. I am moving from town to town. Lucky me, I don’t have to queue to get a bed for resting. Ya, lucky me, having family who gave me a place to go. So thankful. If Gardner brought Christopher, I brought you.

I do remember when he tried to sell the bone density scanner. That’s the mental i need. There’s no need to be shy about our job. He did his seriously, cause he knew he had a son and a wife. Even i don’t have son yet. I knew i should do the same thing. World never promise gives an easy life. World promise gives you so much chances. Take it or leave it. Some people say chance come twice but in different faces. But i believe once i lost it. I lost the best one. So, i must ready, every time. Always ready such as my suitcases. I don’t need a commode. I just need my backpack and suitcase. They are always ready to go every where i go.

Chris Gardner quotes

“The future was uncertain, absolutely, and there were many hurdles, twists, and turns to come, but as long as I kept moving forward, one foot in front of the other, the voices of fear and shame, the messages from those who wanted me to believe that I wasn’t good enough, would be stilled.”
Chris Gardner, The Pursuit of Happyness

Every man has their own signal. How hard our life Fey, don’t ever try stop hoping, dreaming. We never knew, how close we are to them. I may concern about people opinion but Gardner told me through his son.

Christopher Gardner: Hey. Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me. All right?

Christopher: All right.

Christopher Gardner: You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it. Period.

You told me before. No one know what’s in your head. No one will understand your thought. But, If i know what  want, this is enough, isn’t it? So many people busy commented your life. Listen, but don’t be distracted. You know your own path. Like them. They doing their own stuff. They won’t listen, will they?

I make believe. One day, you, backpack, and the suitcases will take a rest. But not today. We should travel more. We should collect our happyness. It doesn’t mean we are not happy right now. We do. But we try to patch up “a thing”. I knew we can. We don’t need lot of wardrobe, just a few pants and jacket to protect us from cold and mosquitoes.

I am happy Fey, never felt happier than today. Perhaps happiest is a must. We must run to reach it. We must smile to attract it. We must pursuit to spread it to others. They can’t buy our happiness. They can’t dictate what we gonna do.

last sentence Fey

Others may question your credentials, your papers, your degrees. Others may look for all kinds of ways to diminish your worth. But what is inside you no one can take from you or tarnish. This is your worth, who you really are, your degree that can go with you wherever you go, that you bring with you the moment you come into a room, that can’t be manipulated or shaken. Without that sense of self, no amount of paper, no pedigree, and no credentials can make you legit. No matter what, you have to feel legit inside first.” Chris Gardner.

Pusnya

Hmm hari ini teringat si Pusnya yang udah tidur lelap di belakang masjid arrahmanirrahim Pancoran Barat. Pusnya adalah seekor kucing kecil yang ketika itu sedang berjalan lunglai di depan apotek. Tubuhnya dipenuhi  oleh kotoran dan luka. Dulu, kucing bukanlah hal yang boleh aku dekati. Dengan berbagai macam alasan. Alergi, kuman, virus, dan lain-lain. Tapi, aku tidak pernah membenci kucing karena aku tahu kucing adalah hewan kesayangan Rasulullah. Hewan yang bebas berkeliaran di dalam rumah karena tidak ada najis di dirinya.

Hari itu, aku hanya memandangi pusnnya, beberapa orang yang lewat menendang-nendang mungkin dengan maksud menyelamatkan dia dari keganasan jalan raya. Pusnya sudah berjalan terseok-seok. Aku yang tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kucing mencoba untuk menjadi “penyelamatnya”. Aku angkat Pusnya dari jalanan. Lalu, aku amati badannya. Hmmppft, penuh luka dan oli. Apa dia baru saja dari got. Bau sekali. Tanpa berpikir panjang aku mandikan saja. Haduuh dan di sinilah mungkin awal dari nasib si Pusnya.

Aku bawa Pusnya ke gudang untuk kumandikan dengan sabun switszal. Kupikir akan baik-baik saja.. Pikiran yang bodoh. Tubuhnya menggigil. Ok, saatnya kasih kehangatan. Aku dibantu Asisten Apoteker kala itu iyong mencoba berbagai macam cara. Memotong semua kain yang ada, selimutin, jemur. Aaahh satu lagi matanya kasian, ada beleknya, seakan menguasai obat aku beri dia salep mata manusia. Iya, salep mata manusia. hiks hiks.. Aku sungguh tak paham apa yang kulakukan. Setelah kumandikan dan kuberi salep tidak ada tanda-tanda si Pusnya membaik. AAhh aku perlu pertolongan. Aku hubungi semua yang mengerti tentang kucing. BU Tanti adalah orang yang tepat. Ah tapi pulsa hanya bisa ke sesama operator. Pakai telpon kantor ga etis sekali. Cari cari cari.. Oke Pak Wifqi.

“Pak Wifqi, ada Bu tanti ga?”

“Ada nih sebentar..”

“Bu Tan, aku nemu kucing nih, kondisinya udah ga bagus, tadi aku mandiin dan aku kasih salep matanya karena belekan. Dia lemes banget, kenapa ini, aku harus kasih apa ya?”

“kasih aja telor sama madu ya, atau susu. Kita lagi ada pelatihan nih. WA aja ya ki”

Segera saja aku minta inyong cari telor.

“Inyong tolong beli telor buat si Pusnya ya. Beli susu yang tawar juga, ini kasian banget niihh aduuhh”

Iiihh Inyong lama banget. Diapain nih si Pusnya.. Akhirnya aku kasih madu yang ada di apotek tanpa apa-apa. iinyong dataang

Mba telornya belom dapet. Ini susunya”

Ok aku kasih susu lagi, tapi kok dia masih lemes ya.. Ehhm kalo orang dia butuh energi dari yang manis-manis jadilaah aku tambah susu itu dengan gula.

Tiing.. WA berbunyi.

“Niih ane punya sodara, dia suka banget kucing. Ente bisa tanya sama dia. Pasti bantuiin. Namanya Miftah”

Ah Pak Wifqi memang inisiatifnya tinggi. Akhirnya, aku coba hubungi nomer itu.

“Mas Miftah, saya temennya bang Wifqi, saya nemu kucing kondisinya ga bagus, harus diapain ya”

kira-kira begitu bunyinya. Duuuh Inyong cepet dateng aku harus apa nih. Pusnya bertahan ya, Inyong lagi cari telor..

Kring kring… Ada telpon masuk.

“Halo, assalamu’alaikum..”

“Wa’alaikumussalam, ini Miftah, kenapa kucingnya….” dan bla-bla-bla

Alhamdulillah, baik sekali Mas Miftah ini menelpon. Aku ceritakan semua yang kuperbuat sama Pusnya. Tuhan, rupanya salah semua yang kulakukan.

  1. Harusnya aku tidak memandikan kucing
  2. Jangan pernah kasih obat-obatan manusia ke kucing
  3. Jangan kasih madu tanpa dicampur telor
  4. Beri hanya susu yang aman buat kucing. yang plain. dll

Seharusnya apa yang dilakukan

  1. Beri makan segera telor dan madu
  2. Bersihkan matanya dengan kapas dan air hangat
  3. Selimuti supaya ga kedinginan
  4. Hubungi dokter atau siapapun yang paham sama kucing

Ingat kucing berbeda. don’t treat them like a human. They are special. Aku benar-benar buta akan kucing.. mas Miftah sempat bertanya akan diapakan kucingnya. Karena saat itu aku kos maka aku tinggal kucing itu malam pertama di outlet, di dalam kardus berisi kain yang banyak. Aku letakkan juga susu plain di samping. Aku pikir akan memudahkan dia jika mau minum.

Esok hari, aku tengok si Pusnya,, tidak!! Rupanya dia poop, hitam, dia lebih lemah dari kemarin. Ada apa ini…

“Mas Miftah, Pusnya poop item banyak, sekarang ga bisa gerak. gimana ini, diapain”

Aku mulai panik. Apa keputusanku “menolong” Pusnya adalah kesalahan. Bisa jadi dia tetap hidup kalau aku tidak “mengadopsinya” dari jalanan. Bagaimana ini… jantungku mulai berdetak kencang. Aku belum penah memiliki keterikatan pada apapun. Tapi, mata Pusnya saat pertama menatapku berbeda. Pusnya berhasil membuat aku jatuh hati. Dalam hati aku berkata aku akan siapkan tempat tinggal untuk Pusnya nanti kalau aku punya rumah. Selama di kos mungkin aku akan titipkan dl pada siapa yang mau kutitipkan *Bu Tanti*. Yups, Im falling in love with Pusnya

Aku kirim poto Pusnya ke Mas Miftah. Baca lebih lanjut

Falling Slowly Lyrics -Glen Hansard-

I don’t know you, but I want you
All the more for that
Words fall through me and always fool me
And I can’t react

And games that never amount
To more than they’re meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
The moods that take me and erase me
And I’m painted black

Well, you have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly sing your melody
I’ll sing it loud

Songwriters
HANSARD, GLEN / IRGLOVA, MARKETA / MACCONIOMAIRE, COLM / DOYLE,, JOSEPH / BOCHNIK, ROBERT