Unsolved anagram

Unsolved anagram

Padanan kata yang misterius. Aku pikir anagram. Kuputar kiri kanan. Semakin tak bermakna.
Ah, sudahlah. Aku mulai putus asa. Mungkin aku salah mengartikannya. Sesuatu yang indah yang belum tentu benar adanya.
Imaji. Imaji. Layaknya spongebob yang begitu bahagia menamukan pelangi. Imaji.
Lagi lagi. Sssstttt ayo berlari hindari api. Daripada semakin besar nanti dan kau terbakar sendiri.

Iklan
TAK

TAK

Remind me when i back into love
The love that i shouldn’t had
Remind me it wasn’t a hope
It Something i had to left

When i miss it just happen like this
Like a storm that suddenly come
He never mine and never knew
What i felt was something new

I make believe i could smile, smile, smile
Pretend everything going right, right, right
It just a love,  just a wish
it just you, you, and you in my mind

Go away, could you go away?
it bothered me someday
I buried all memories but it always come away

Go away, could you just go away?
I knew you ain’t mine
For the first time we met
But denial is the thing i had

I wasted my time for loving you, lied in a fake i built too.
It isn’t for real, it isn’t for true
It just you, you, you, you…

When i miss it just happen like this
Like a storm that suddenly come
He never mine and never knew
What i felt was something new

I make believe i could smile, smile, smile
Pretend everything going right, right, right
It just a love,  just a wish
it just you, you, and you’re
not in my mind anymoorree

Falling Slowly Lyrics -Glen Hansard-

Falling Slowly Lyrics -Glen Hansard-

I don’t know you, but I want you
All the more for that
Words fall through me and always fool me
And I can’t react

And games that never amount
To more than they’re meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
The moods that take me and erase me
And I’m painted black

Well, you have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You’ve made it now

Falling slowly sing your melody
I’ll sing it loud

Songwriters
HANSARD, GLEN / IRGLOVA, MARKETA / MACCONIOMAIRE, COLM / DOYLE,, JOSEPH / BOCHNIK, ROBERT

Malam Minggu

Malam Minggu

Hai Fey, baru saja pesan masuk. “malam minggu nih…” Lalu? Aku? Kurasa seperti malam-malam sebelumnya. Tak ada yang spesial.

Kata lagu

Malam minggu malam yang panjang

malam yang asyik buat pacaran

pacar baru baru kenanalan

kenal di jalan jendral sudirman

Duh duh.. Malem minggu (ini nih satu-satunya hari yang ga disadur dari bahasa arab, AHAD yang berarti satu) Buat pusing. Ini malem Fey, semua orang lagi bertanya-tanya siapakah pengisi kabinet Jokowi-Jk. Lalu sebagian pusing menghadapi MEA pasar bebas ASEAN yang sebentar lagi beredar.

Ini diingatkan lagi malam mingguan. Huhuhu ada apa denganmu malam minggu, katanya malam yang panjang. Tapi buktinya ga kan???

malam senin ke malam minggu = 6 hari

malam minggu ke malam senin = 1 hari??

padahal jarak jakarta – solo, solo – jakarta samaa… huhuhu…

malam minggu…

Trus penting ga sih Fey yang aku ungkapkan?? Ga ya.. Sama seperti sms malam ini.. Malam minggu nih malam minggu.

Ah sodara Sitompul malam minggu ga berlaku. Habis sudah masa berlakunya.

Fey, Fey, Fey.. Tak ada lagi senandung rindu. Aku hanya sedang menanti kehadiran ibuku yang sangat kurindu. Semoga saja pemimpin rumah tangganya mengizinkan Beliau untuk datang ke sini.. Ahh rindu ini hanya untukmu Ibu..

Iya Fey, ibu yang tak sempurna tapi mencoba untuk membuat hidupku selalu sempurna. Ibu biasa seperti ibu-ibu lainnya. Ibu yang memperjuangkan kebahagiaan anak di atas kebahagiaannya. Ibu yang mengusap airmatanya demi melihat senyuman di wajah putri-putri tercintanya.

Malam minggu ini Fey, aku sangat menrindukannya. Mungkin kata ini tak kuucap. Tapi ia paham karena hati yang berbicara.

kenapa dek nelp? Kangen ya?”

Sederhana Fey kata-katanya tapi bisa menghilangkan haus rindu dalam dada. Ingin aku berkata

Oh ibuku wanita yang sederhana dan bersahaja..

Ah tapi itu terlalu mengada-ngada… Ibuku perempuan galak nan  menyebalkan!! Aku habis ditinggal olehnya karena menangis seharian. Tapi bagaimana pun kasih ibu tak pernah bertepi..

Aku ingat Fey, momen terindah bersamanya, mungkin hanya beberapa menit. Kala itu ketika aku SMA. Ibuku mengunjungiku hanya beberapa jam, dan tiba-tiba saja dia menciumi pipi dan dahiku. Seketika aku ingin menangis dan memelukanya mengatakan aku sangat menyayangimu mama. Tapi, jiwa mudaku terlalu gengsi, aku hanya diam dan menatap matanya yang berkaca-kaca.

Pesannya “baik-baik ya dek”

Ah Fey,, aku pun ingat pertama kali aku mendapatkan gaji bekerja sebagai guru yang alhamdulillah cukup untuk sebulan. Tapi aku benar-benar pusing putar otak. Bayar kontrakan, bayar listrik, biaya kebersihan badan kontrakan, pulsa, bahkan tanpa biaya make up dan baju ketika itu. No no.. Lalu tiba-tiba Fey aku teringat mama. Airmata berhasil jatuh tanpa komando dan tak bisa berhenti.

Bagaimana beliau membiayai kami waktu itu? Empat orang putri dengan banyak kebutuhan lainnya. Belum ketika aku merengek meminta ini dan itu, belum ketika adikku meminta buah-buahan yang biasanya hanya ada di tempat orang kelas menengah ke atas. iiihh betapa aku sangat menyebalkan. Akhirnya Fey, aku sms ibuku.

Mama maapin aku ya, pasti mama dulu pusing banget bagi-bagi uang untuk anak-anak, uang ini uang itu, beli ini beli itu. Aku yang cuma untuk diri sendiri aja sekarang pusingnya setengah mati. Maap ya maa, nyusahin mulu, belum bisa nyenengin mama. Doain supaya bisa bahagiain mama

😥 menangis tak henti-henti malem itu. Selama ini Allah kasih malaikat untuk melindungi aku terus Fey, tapi aku ga pernah sadar. Bahkan sampai saat ini masih banyak keinginan mama yang pastinya untuk kebahagiaan aku juga tapi belum bisa aku penuhi.

Mamaku juga banyak dosa Fey, dia sama sekali ga sempurna, tapi pingin sekali belajar jadi lebih baik. Aku ingat Fey, saat mama minta diajarkan baca Al-quran. Mama minta diajarkan baca iqro dulu, karena dari kecil mama ga pernah belajar ngaji dan sholat. Beliau sempat belajar di sekolah nasrani dan sempat cerita pernah dihukum untuk berdoa di gereja. Akhirnya aku tahu karakter rebel ini diturunkan siapa. (Ibuku nan ayu! Kau yang bertanggung jawab 😀 )

dek, mama seneng kalo kamu pulang ada yang ngajarin ngaji. Kalo Tiwul yang ngajarin mama dimarahin mulu” sambil melirik adikku

abisnya mama diajarin susah, ngeyel banget. Yaiyalah aku kesel”

dan mama  pun hanya tertawa.

Ibuku...
Ibuku…

Malam minggu ini Fey, bayanganku terbang ke kampung nan sederhana. Beliaulah yang memiliki keinginan anak-anaknya bisa mengaji. DIpanggilkan kami guru agama ke rumah (Pak Tarmuji namanya) Tapi memang aku yang paling ga tenang. Ketika Awin dan Petot belajar ngaji maka aku akan ada di atas kursi meja makan dan makan apapun yang ada. Mondar mandir ga karuan.

Tapi, alhamdulillah Allah kasih aku kesempatan untuk mengingat pentingnya mengaji.

Bukankah orangtua kita akan dipakaikan mahkota di surga nanti ketika kita mampu membaca ayat-ayatnya dengan baik dan benar. Ketika kita menutup aurat kita, mereka pun terselamatkan. Ketika kita menjalankan apa yang kita baca dan membaginya untuk sesama. Mereka pun akan dilapangkan kuburnya didamaikan kehidupan akheratnya.

Niatnya ke tanah suci memang belum bisa terlaksana. Semoga Allah mengizinkan hal itu terjadi.

Malam minggu ini Fey, seperti malam-malam lainnya, merindukan dan melupakan. Merindukan semua kehangatannya, melupakan kesalahannya. Ia pun manusia biasa. Semoga pengabdiannya pada suami membawanya ke surgaMu ya Rabb.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menjadi cahaya bagi keluarganya, kedamaian dan keberkahan. Bukankan Rasulullah berpesan

ibumu, ibumu, ibumu, kemudian bapakmu”

Karena sakitnya ibu kala mengandung dan melahirkan tidak bisa dibayarkan dengan apapun hingga Allah memberikan pahala Jihad bagi mereka. Mati syahid ketika melahirkan anaknya. Lalu, dosaku selama ini Tuhan?

mama selalu doain kamu dek, mama maafin kamu pasti”

Itulah kata-kata mereka. Dan malam minggu yang paling kurindukan adalah malam minggu bersama ibuku.. Malam minggu bersama perempuan yang melahirkanku. yan memberikan airmatanya demi tawaku, yang menahan laparnya demi tenagaku. Perempuan yang kukenal seumur hidupku yang tidak akan pernah meninggalkanku.

Tempat dimana aku selalu bisa kembali. Fey, doaku dulu terlihat naif, konyol, dan bahkan kurang ajar. Tapi, aku benar memintanya. Jika bisa aku ingin ibuku dulu yang meninggal dibanding aku. Karena beliau berpesan

yee kenapa takut mandiin mayat. nanti kalo mama mati siapa yang mandiin? Kamu yang harus mandiin dek”

ga ah, takut ngapain”

Permintaan yang konyol dulu pikirku. Tapi saati ini membayangkan saya membuat air mataku menetes. membayangkan menyeka kulitnya yang keriput dimakan usia. Astaghfirullah…

Tentu aku ingin mengantarnya, memandikannya, mendoakannya, menjadi anak sholeh yang doanya Allah terima. Yang akan melapangkan kuburnya dengan lantunan ayat-ayat suciMu.

Ah malam mingguku memang tidak seindah malam minggu miko. Tapi, Bayangan ibuku Fey, lebih indah dari semua perhiasan di dunia..

Selamat bermalam minggu 😉

Pena

Pena

Ah terlalu sulit untuk mengungkapkan secara lisan

Tapi cukup berani untuk menuangkan ke dalam tulisan

Lalu, mungkin ini yang bisa menggambarkan

Tentang kisah dan harapan

Bukan aku yang terlalu berani

Atau dinding yang terlalu rentan untuk didaki

Tapi hanya kasih sayang yang hakiki

Tanpa ada hierarki

Kau pikir, untuk apa?

Anggap saja ini rasa syukurku pada Sang Pencipta

Berlebihan, katamu

Tidak juga jika ini adalah jalan terbaik dari masa lalu

Apakah kau terima apa yang sudah kutitipkan?

Sekotak bungkusan dan beberapa pesan

Hanya untuk mengatakan

Bahwa pilihan kita merubah banyak kemungkinan

Bukan barisan kata yang kupilih sebagai kenangan

Karena aku tak tahu apakah kita memiliki kesamaan pemahaman

Tidak pula suatu wewangian

sebab mudah baginya menguap bersama kehangatan

Ia ini saja sebuah pena sederhana

sebagai gambaran kau bisa mengungkapkan apapun yang kau percaya

Sebuah kata yang tak harus berima

atau memikirkan bagaimana perasaan si penerima

Bebas saja.

Katanya kuatkan katamu bukan suaramu

Mungkin etika dan norma bukanlah yang nomor satu

Karena perasaan dan ungkapan tak pernah menentu

Bebas saja. Katakan saja apa yang kau mau

Ya. Dulu dan saat ini

Kau bebas menuliskan masa depan yang kau ingini

Memilih apa yang benar dalam hati

Iya itu! yang tak mungkin kau dustai

Sssttt suara terlalu berpolusi

Mungkin goresan tinta yang membuatnya bisa lebih berarti

Diam tak selalu memahami

Terkadang ia hanya jengah pada rayuan mimpi

Tak perlu berkilah

Semua yang sudah terjadi tak mungkin lagi bisa kucegah

Tapi, akhir akan selalu indah

Setidaknya itu yang kupercaya. Kamu?

Bukan setumpuk kertas atau seloyang pizza

Hanya ini, sebuah pena sederhana

Mewakili rasa yang katanya harus disampaikan meskipun bukan dengan hiperbola

Hanya ini, sebuah pena sederhana

Sebagai bukti nyata bahwa Tuhan itu yang menciptakan jiwa

Jiwa yang penuh kehangatan dan rasa cinta

Jiwa yang membunuh kekakuan

Ah, sudahlah tak usah dipikirkan

Dunia terlalu pintar membuat kita terlena

Iishh.. Tak mau aku berkhayal

Merekayasa kemungkinan yang akan Tuhan ciptakan

Apalah itu semua

Lakukan saja

Dan tuliskan

Ya, dengan itu sebuah pena sederhana

😉

Kenapa Berjilbab?

Kenapa Berjilbab?

Beberapa hari ini, aku banyak membaca tentang islamophobia terutama di Australia. Muslimah diperlakukan dengan tidak menyenangkan. Didorong keluar dari kereta, dicibir, dan perlakuan lainnya seperti diberitakan http://www.smh.com.au/national/dozens-of-antimuslim-attacks-as-islamic-leaders-warn-of-community-fear-20141009-113tmk.html

Assaults or attacks on persons, including verbal abuse or hate speech

NSW

  • A woman in hijab is physically attacked and her car subsequently vandalised with profanities spray painted on it in western Sydney
  •  A heavily pregnant woman verbally abused and intimidated in Sydney
  •  A mother and her baby verbally abused, spat on and their pram kicked in Sydney
  •  A mother and daughter verbally abused and a passer-by physically assaulted for intervening in Newcastle

Victoria

  •  A mother and her child verbally abused and told to take her child away from the other children at a playground in  Melbourne

Queensland

  • A woman in hijab has a cup of coffee hurled through the window of her car in Brisbane
  •  A mother and her baby approached by three men, has her hijab ripped off, is spat on and pushed to the ground in Brisbane
  • A woman is approached by a man and told to take her hijab off so he can burn it in Brisbane
  • A woman is verbally abused by a man who threatens to burn her house down

Western Australia

  • A woman is approached by men in a Perth shopping centre who try to rip her hijab from her head

ACT

  • Young woman takes off her hijab out of fear for her safety

Threats and/or attacks on property or institutions

NSW

  • Lakemba Mosque and Auburn Gallipoli Mosque directly threatened in letters sent by the  Australian Defence League
  • Two cars belonging to a Muslim family has the words ‘Muslim Dog’ spray painted on them in Wentworthville
  • Direct threats against the Grand Mufti of Australia issued by anonymous members of the Australian Defence League via a letter saying “Muslims…Australia will fight you ‘terror for terror’ ‘blood for blood’ ‘bomb for bomb’ “
  • Maronite School – Catholic nun threatened by a group waving an IS flag reportedly yelling they would ‘slaughter the Christians’
  • Minto Mosque receives a threatening letter from an anonymous source

Queensland

  • Mareeba mosque vandalised with the word ‘evil’ spray-painted across the front
  • Logan Mosque subjected to hate attack with anti-Muslim pamphlets dumped on its grounds, saying ‘Terrorists born in Australia are not Australians – they are Muslims’ and ‘Muslims are not welcome in Australia, go back to where you came from’

  • Holland Park Mosque has a pig’s head embedded with a cross dumped on its grounds

Konon katanya hal tersebut terjadi karena adanya sentimen terhadap islam. Islamophobia yang sejak lama ada dan terakhir menjadi tajuk lagi karena pemberitaan mengenai ISIS.

ISIS sekali lagi bukan Islam, TIDAK MENCERMINKAN ISLAM, dan representasi yang salah dari keterbatasan berpikir dan nafsu menguasai. Islam tidak sekalipun mengajarkan kekerasan kecuali sebagai pembelaan diri.

Kembali permasalahan jilbab di negeri kangguru. Sebenarnya aku ga begitu mengikuti berita ini namun kembali mengingatkan masa lalu, kenapa akhirnya aku memilih menutup kepalaku. Aku bukan dilahirkan dari keluarga yang mengerti agama tapi Alhamdulillah Allah membuat agama itu hadir dalam hidupku. Sebenarnya aku berniat memakai jilbab sejak SD kelas 6, tapi hal itu masih tabu, sangat jarang orang yang memakai jilbab, terlebih di keluargaku tak pernah ada yang mengenakan pakaian ini. Hal ini baru bisa aku realisasikan setelah menginjak SMA.

Titik balikku ketika aku membaca beberapa buku tentang sejarah Rasulullah Muhammad. Subhanallah. Dan tentu saja meskipun aku termasuk anak yang ndableg tapi Al-quran tidk pernah aku lepaskan. Itulah satu-satunya petunjuk yang aku percaya yang ga akan pernah berdusta. Tergetar hatiku membaca tentang jilbab, bagaimana dia bisa melindungi perempuan dari segala kejahatan. Jujur saja, aku mengalami beberapa pelecehan karena memang gaya berpakaianku dulu. Dulu aku berpikir merekalah yang harus memperbaiki diri. Apa yang salah dengan pakaian kasual ini hanya kaos dan celana jeans. Bukannya sombong, dulu memang banyak yang tertarik padaku, mungkin karena saat itu tubuhku yang ideal.

Rasanya aku gerah dengan perlakuan mereka, bahkan kalau nenek minta aku ke warung pun aku enggan. Malas bertemu anak-anak itu lagi yang terkadang memegang tanganku. Bahkan mereka memanggilku kafir. Entah apa yang ada dipikiran mereka saat itu. Tapi kemudian Allah menuntunku. Terlepas dari penyakitku. Aku percaya bahwa apa yang Allah tetapkan tentulah yang terbaik. Lalu aku meminta izin orangtua dan nenekku untuk mengenakan jilbab.

Tidak mudah, mereka meragukan keputusanku. Ya, dikeluarga besar kedua belah pihak tidak ada satupun yang mengenakan jilbab, baik keluarga ibu maupun bapak. Bahkan ibuku dulu termasuk yang “membully” perempuan berjilbab. Tentu saja banyak pertimbangan yangn ia berikan.

“kamu yakin dek? Jangan sampe nanti kamu lepas lagi”

“jangan cuma ikut trend”

“jangan karena teman-teman” dan banyak lainnya.. Semua menyangsingkan apa yang akan aku lakukan. Di luar batas bayangan mereka semua. Tapi, Islam membawa kedamaian padaku. Aku hanya percaya pada Allah. Dan semua ini aku lakukan karena Allah sayang padaku. Akhirnya mereka mengizinkan.

Bukannya aku sempurna dalam mengenakan jilbab. Sampai sekarang pun masih banyak dosa yang kukerjakan. Tapi, bagaimana jika aku tak berjilbab? Akan semakin banyak batas dan dosa yang bisa aku lakukan. Jilbab bukan hanya menjagamu, identitasmu, tapi juga penyelamat ayah dan ibumu di akherat kelak. Bukankah setiap manusia pasti bertanggung jawab pada perbuatannya? Terlebih mereka yang memiliki anak perempuan. Tanggung jawab sangat besar tentu. (Al ahzab 59 dan Al araf 26 tentang hijab)

Mengapa seseorang membenci jilbab?

Seperti ibuku, yang menganggap hal itu tabu terlalu berlebihan dan segala macamnya. Memang saat itu pengetahuan tentang agama di keluarga kami masih sangat sedikit. Atau bahkan ketika seseorang yang berobat mengenakan cadar, ibuku akan bilang, “dia tidak ingin terlihat tua”.

Seseorang bisa membenci sesuatu karena mereka tidak memahaminya. Mereka tidak mencoba untuk mempelajari filosofi dari suatu hal atau kepercayaan. Atau bisa jadi mereka merasa takut bahwa hal itu akan mendatangkan suatu bahaya bagi mereka. Atau seakan mereka berpendapat bahwa jilbab mengekang kebebasan perempuan. Seperti perdebatan tentang burqa di Perancis.

No! Jika itu yang ada dalam bayangan kalian maka salah. Islam tidak seperti itu, Islam mewajibkan karena hal ini bermanfaat buat perempuan. Bukankan manusia tetap mempunyai pilihan? menaati atau mengingkari. Kami pun membiarkan kau bebas memilih karena dalam Al-quran dijelaskan Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS. Al Kafirun: 6). Yang perlu diketahui manusia akan bertanggung jawab pada apa yang dipilihnya.

Jilbab dan karier

Ketika engkau mengenakan jilbab maka kariermu akan hancur. Banyak sekali contoh bahwa jilbab tidak mempengaruhi rezeki seseorang. Dulu ibuku sempat khawatir denganku. Kesulitan mendapatkan pekerjaan. Seperti kakaku dulu hingga akhirnya dia melepas apa yang pernah dia kenakan. Setelah melepaskan jilbab seakan peluang dan karier terbuka lebar.

Memang ada beberapa perusahaan yang tidak mengizinkan mengenakan jilbab karena dianggap membawa simbol keagamaan. Seperti perusahaan terakhir dimana aku bekerja. Seperti perusahaan dimana temanku bekerja. Tapi aku percaya, rezeki jodoh maut semua ALlah yang punya. kenapa harus cemas? Kalaupun hingga saat ini aku memang dianggap belum bisa jelas dalam karier maka itu bukan karena jilbab/hijab tapi semata-mata karena kualitasku yang masih rendah.

Aku jatuh cinta pada agama ini juga karena betapa orang-orang mukmin itu haruslah luas pengetahuannya, bersahaja, santun, disiplin, bahkan ada aturan yang jelas dari bangun hingga tidur lagi. Ahh terlalu merepotkan!! Aahh tidak juga kata Allah jalankan sebisamu satu per satu. Ah betapa orang-orang itu punya ilmu yang sangat luas. Khawarizmi, Ibn Sina dan ilmuan lainnya. Betapa perempuan dinilai dari  isi kepalanya bukan dari tampilannya.

Bukankah Maryam mengenakan Jilbab

Aku tidak akan bertanya siap yang membenci sodara-sodara kita di negeri sana. Tapi bukankan di agama lain juga ada yang mengenakan penutup kepala? Jika mereka yang mengenakan kepala dibilang suci sedangkan muslim akan engkai bilang teroris. Sungguh adil dunia ini. Ini adalaha pendapat pejabat Italia

Perempuan Suci
Perempuan Suci

Ya, perempuan yang kau sebut perempuan suci, Bunda Maria, atau siapapun itu. Ia mengenakan jilbab. Aku pun mengaguminya, betapa ia adalah perempuan yang sangat mulia dimata Allah. perempuan yang menjaga kesuciannya. Yang melahirkan nabi yang luar biasa Isa AS. Tentu aku pun ingin menjadi sepertinya. Perempuan mulia ini Allah pahat namanya dalam salah satu surat di Al-quran surat Maryam.

Kenapa engkau membenci kami, padahal kami pun mencintai Maria dan Putranya. Kenapa kau membenci kami ketika kami percaya Allah adalah Tuhan satu-satunya? Kenapa kau membenci Muhammad padahal ia hanyalah manusia yang Allah utus untuk menyampaikan ajarannya.

Kami tidak pernah membenci kalaian. Karena dalam agam kami dijamin tidak ada paksaan untuk memeluk Islam. Seperti dalam quran [2:256] There is no compulsion in religion; truly the right way has become clearly distinct from error; therefore, whoever disbelieves in the Shaitan and believes in Al}ah he indeed has laid hold on the firmest handle, which shall not break off, and Allah is Hearing, Knowing.

Kewajiban kami hanya menyampaikan yang benar dan harus terus disampaikan. Tapi, Allah pun Maha Adil manusia bebas memilih karena itu IA ciptakan surga dan neraka. Allah meminta kami mengimani Maria, Yusuf, Isa, kisah firaun dan segala macamnya. Lalu kenapa kami tidak mengimani hijab adalah perintahNya juga?

kemanusiaan dan solidaritas

Seperti keAgungannya sifat Ilahiah seperti rasa kasih sayang akan hadir dalam diri setiap manusia seperti para aktivis WISH (Woman In Solidaroty with Hijabs) dengan latar belakang yang berbeda mereka mengenakan hijab sebagai dukungan pada muslimah di Australia, seperti dilansir http://www.dailymail.co.uk/news/article-2776133/Celebrities-politicians-join-social-media-campaign-encouraging-women-wear-hijab-support-muslim-women.html

Manusia secara umum akan memiliki akhlaq yang sama kejujuran, tulus kasih, kesetaraan hak, keadilan di mata hukum, kebebasan mengekspresikan diri yang bertanggung jawab (tanpa menyakiti menyinggung SARA). Aku selalu berkata aku pun masih dalam tahap belajar. Semoga Allah selalu memberi kita hidayah, bahwa kehadiran kita membawa manfaat dan kebaikan bagi sesama. Hingga nanti pertanggungjawaban kita akan diterima di sisiNya.

Ya Allah, lindungilah muslim dan muslimah di dunia ini, berikanlah kami hidayah dan ampunanMu, jadikanlah kami agen muslim yang baik. Yang menyayangi sesama dan membawa rahmat bagi semesta. Selayaknya semesta bertakbir agungkan namaMU, jadikanlah lisan kami hanya mengeluarkan apa yang Engkau Ridhoi. Berkahilah perjuangan kami. Aamiin”

Peranmu hanya taat kan?

Peranmu hanya taat kan?

Pesan ini dikirimkan guru ngaji sebut saja namanya Ikana.. =D (emang namanya). beliau menyempatkan mengirimkan pesan ini supaya aku terus bersyukur atas segala yang telah Allah berikan. Tugasku hanya taatkan??

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

Tugasku hanya taat kan??