Blank

Gue ga tau harus nulis apa. Kalau gue bilang ada ketidakadilan dan bersuara lantang. Maka, akan selalu dikembalikan pada posisi. Kau ga bersyukur. Kalau diam, semua orang bertanya kemana jiwa yang mementingkan sesama? Ah sudahlah. Aku hanya ingin menyelesaikan tugas ini hingga akhir dengan hasil yang membahagiakan. Gue belajar bahwa kekuasan itu benar-benar mahal. Lo akan bisa merubah semua orang dengan kekuasaan. Meski hanya ketika dia bersama lo. Tapi kok rasanya hampa ya. Seakan apa yang kita lakukan itu cuma angin lalu. Gimana ya caranya, supaya orang itu berubah karena memang dia sadar bukan karena kekuasaan sementara yang kita pegang. Kalau kita sudah ga ada kuasa lagi. Maka kita ga akan didengar kan? Menyedihkan. Selalu ada pertikaian dalam hati ini. Antara kewaiban dan sunah semua terbalik. Agama memang bukan untuk dibandingkan. Agama itu pedoman dan menjadi landasan setiap orang. Tapi, ketika Tuhan tidak memaksakan kepercayaan. Pantaskah kita manusia biasa memaksakan apa yang kita percaya pada orang lain? Entahlah. Aku seakan tidak punya kekuatan kecuali Tuhan memberikanku kemudahan. Keringanan hati untuk bertahan. Ketabahan dalam kesyukuran.

Gue bukan manusia suci yang menilai salah dan benar jalan yang dipilih orang. Kecuali itu memang sesuatu yang dilarang sama Tuhan. Ya Tuhan… manusia lain tentu tidak lebih hina dariku. Tujuan kami sama hanya ingin menjadi berguna bagi sesama.

Tuhan izinkan kami menjadi manusia yang mengasihi bukan memusuhi. manusia yang saling mendoakan bukan mencaci maki. Tuhan tidak ada kehinaan selain menghina sesama yang bisa jadi lebih suci dari kami yang berlidah api ini. Maaafkan kami Tuhan. Meski berulang kami berkata tak layak memimpikan surgaMu. Namun, tak mau kami singgah ke nerakaMu. Maafkan kami Tuhan. Sayangilah kami. Izinkan kami hanya takut kepadaMu. BUkan kepada manusia yang sama-sama menghamba padaMu. Manusia yang Engkau lebihkan sedikit ilmu dan kesempatan dibandingkan kami. Manusia yang Engkau berikan harta lebih dibanding kami. Kami pun belum tenu lebih baik dan sanggup dibanding mereka menjalani permintaanMu. Sekali lagi, kami hanya ingin kedamaian dan kasih sayang dalam mengingatkan. SUngguh, tak perlu kiranya kata-kata cacian dan teriakan.

karena aku benar-benar membenci pada kekerasan dan teriakan yang tidak membawa pengaruh lebih besar. PERCUMA!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s