Haruskah secepatnya menikah?

Sejujurnya lagi agak males nulis. Tapi sayang kalau terlewat dan cuma jadi bahan obrolan di wa dan bbm. Jadi, bermula dari tadi malam. Gengsister (selanjutnya baca gengster) lagi ngumpul. Walau cuma bertiga seru juga. Biasa sebagai perempuan dewasa obrolannya ga lepas dari nikah. Yang satu sudah pernah menikah dan insyaa allah akan segera menikah lagi, yang satu sedang menabung untuk menikah. Maklum pernikahan betawi ga bisa murah katanya. Yang satunya? Udah ga usah dibahas. Bersama nasi dan ayam goreng malam itu kami membicarakan urgensi mikah segera. Untuk teman yang berstatus pernah menikah maka bersegeralah yang selalu kami doakan. Penting! Karena fitnah merajalela. Apalagi doi adalah cerai tanpa anak dan dari kecil tergolong primadona. Maka, biarlah satu pria yang insya allah baik ini Allah segerakan. Waah pokoknya gw dukung gengster nikah segera demi mengurangi dosa dan biar semuanya jadi pahala.

Setelah asik cerita, pulanglah gw ke rumah betawi. Kami pun sibuk berbagi cerita. Hingga kekasih ncing (panggilan untuk sahabat betawi gw) menelepon dan ada pesan bbm masuk ke hape gw. Bunyinya…

Ky… Nanya dong…

obrolan berlanjut. Bbm kali ini pun masih tentang pernikahan. Gw memang belum nikah tp gw begitu banyak dapat curhatan tentang pernikahan. Entah tentang sebelum menikah atau tentang ujian pernikahan bahkan perceraian. Bukannya gw asal ketika memberikan pendapat juga. Gw akan berkomentar (jika perlu dan diperbolehkan) berdasarkan ilmu (bacaan, pegamatan, dan an an lain yang bukan hanya perkiraan tanpa dasar).

singkat cerita sahabat gw yang satu ini juga sedang mengalami kegundahan. Hubungannya tidak disetujui sedangkan usianya sudah menjelang usia “rawan” bagi perempuan. Doi bingung dan serba salah. Karena sampai kapan. Doi pun orang yang baik karena mau membuat orang yang dicintainya jadi lebih baik. Permasalahannya adalah restu orangtua.

kenapa orangtua ga merestui? Orang tua ga mau kita nikah? Orang tua ga mau kita bahagia? Kalo ga mikah-nikah ditanyain. Nikahkan juga untuk membahagiakan mereka. Tapi kawan… Ketika sosok laki-laki yang kita pilih adalah seseorang yang mempunyai perilaku yang tidak Allah suka. Akankah kita bertahan? Apalagi orangtua tidak ridho pada perilakunya. Gw sendiri yakin. Bahwa semua keluarga sahabat gw ini adalah orang yang saling mengasihi dan menyayangi. Makanya, gw dengan hati-hati hilang bahwa sama seperti mereka gw juga akan berpendapat yang sama. Jika sahabat gw bilang lelah. Sampai kapan? Gw akan jawab. Sampai waktu yang emang Allah nilang sekarang. Dari mana taunya? Ketika orangtua ridho.

Jadi begini, memang kita bisa sangat yakin. Pasangan kita akan lebih baik ketika menikah dengan kita. Pertama, keyakinan kita bisa salah dan benar. Darimana? Dari keridhoan orang tua yang akan mempengaruhi keridhoan Allah. Apalagi tentang perilaku yg Allah tentang.

emangnya dia ga bisa jadi baik? (Gw ga bisa kasih tau perilakunya. Yang jelas 2 perilaku itu bisa menyambar ke banyak perilaku negatif lain yang sangat amat berbahaya. Kalau hadist bilang pintu masuk segala kejahatan. Perjanjian. Ini cerita juga cuma untuk pembelajaran) balik lagi. Bisa dia pasti bisa jadi lebih baik. Tapi kok untuk sekarang gw merasa si lelaki berubah bukan karena dia ingin jadi lebih baik. Tp karena dia menemukan perempuan baik yang bisa dia jadikan sandaran untuk kehidupan/kebiasaan buruknya dia kelak. Gw jujur ga rela.

sampai kapan ky? Umur aku udah segini. Gw jawab bahwa gw juga punya sabahat di kota lain yg gw tau perjuangan dia sebagai perempuan mencari imam yang baik yang Allah ridhoi. Tiga tahun ta’aruf jatuh bangun hingga kemarin 10 oktober 2015 sahabatku teraenut menikah tanpa aku bisa hadiri karena jarak terpisah oleh kesibukan dan kilometer 😭😭😭 (miss you mbak rumii). Dan sabar dia sangat sabar. Dia dengarkan pertimbangan orangtua, sahabat. Tidak tergesa-gesa. Banyak berdoa. Allah maha adik dan bijaksana. Kesabarannya terbalaskan. Alhamdulillah.

Ok, sahabat gw masih ragu. Karena jika dia meninggalkan sang lelaki seperti dia menutup peluang orang untuk berubah menjadi baik. Ohya? Gw rasa ga.. Justru akan terlihat, dia serius ingin berubah atau hanya alasan supaya sang perempuan baik hati ini mau sama dia..

Jujur ketakutan gw adalah dia akhirnya melawan orangtua dan saudara2nya karena perasaanya. Dia memang bilang. Resiko besar siap dia hadapi. Tapi gw ga rela. Karena sekarang dia masih punya pilihan untuk mendapatkan laki-laki yang baik, yang bisa jadi suami dan ayah yang baik buat anak-anaknya kelak. Segala bahasa gw lembutkan supaya ga menydudutkan, memaksakan. Tapi gw maunya dia menyadari bahwa semua menyayanginya. Bahwa perilaku manusia ga semudah itu kita ubah apalagi perilaku tersebut tergolong adiktif. Tidak. Nabi saja ga bisa membuat istri dan anak-anaknya menjadi baik semua. Ada dalam al quran. Jadi kenapa kita harus mengambil jalan yang Allah sudah kasih perigatan di dalamnya. Sahabatku. Engkau beberapa kali berkunjung dalam blog ini. Semoga Allah arahkan kau membuka blog ini. Untuk kembali meyakinkan obrolan kita hingga tengah malam itu adalah peringatan.

Lindungi dia ya Allah. Jangan jadikan lagi aku saksi ketidakbahagiaan orang-orang yang kusayang. Cukup masa lalu. Jangan tergesa-gesa karena usia atau perkataan orang. Percaya Allah menempatkan segalanya itu indah. Pasrahkan. Berdoa tanpa memberatkan. Ikhlaskan.. We do care about you.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s