Mengapa Anak Begitu Berharga

Abis nonton IMS (Indonesi Morning Show) walau cuma dapet berapa menit tapi airmata ga berenti ngalir. IMS hari ini bahas tentang pornografi pada anak. Sedih rasanya waktu Ibu Eli bilang dengan nada yang bergetar bahwa beliau mau membantu anak-anak untuk lepas dari kecanduan pornografi. Gw pun sama. Walau gw bukanlah Psikolog (belum) tapi gw pingin banget bisa membantu semua anak di dunia (berharap jadi wonder tante, hehe *nangis sambil ketawa). Untuk saat ini gw cuma bisa mulai dengan ponakan gw.

Dunia anak buat gw adalah kamus buat hidup dia kelak. Gw adalah anak yang penuh dengan masalah. Depresi, ga percaya diri, psikosomatik, dll. Itulah salah satu alasan penyakit asma gw bertengger sangat lama. Perjuangan untuk lepas dan bangkit dari segala ketakutan itu gw cari “sendiri” karena gw tau ibu selalu mendoakan. Komunikasi orangtua dan dalam keluarga gw dulu emang ga begitu baik. Tapi, gw percaya akan selalu ada komunikasi ibu pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menginjak remaja gw banyak kehilangan pedoman dan petunjuk. Gw ga bisa nemuin apa yang harus gw lakukan di kamus hidup gw masa anak-anak. Sekarang gw bandingkan, anak yang dulunya matang dan penuh kasih sayang maka kehidupan dewasanya akan jauh lebih tenang dan terarah. Bukan berarti ge engggak. Tapi, gw cuma sedikit terlambat “dewasa” gw bisa mengejar ketinggalan gw. Tapi gw ga ngoyo karena gw cukup bersyukur bahwa gw dapet banyak pengalaman.Bahkan pengalaman diri gw dan penyakit kejiawaan gw, gw share  ke sodari-sodari gw. Sebagai peringatan, cara kita mendidik anak akan mempengaruhi kondisi mental anak.

Gw pernah nonton di Oprah Winfrey Show tapi gw lupa beliau siapa kira-kira 12 tahun lalu. beliau ada seorang motivator, suatu ketika dia dengan mobul barunya datang ke rumah sang kakak. Ponakannya begitu bahagia, sampai naik mobil dan loncat-loncat. Seperti manusia umumnya. Orangtua anak pun berteriak

jangan lompat-lompat, itu mobil baru paman, nanti kau merusaknya”

dan terjadilah apa yang dikhawatirkan. Sang ponakan pun muntah dan mengotori mobil mewah paman. Merasa sangat kecewa orangtua marah. Namun, sang paman dengan sangat bijaksana mengatakan

sudahlah kak, mobil ini bisa kubersihkan. jangan sampai kebahagiaan mereka rusak hanya karena mobil yang tidak seberapa”.

yaa, manusiawi. Jika orangtua ingin anaknya berhati-hati. Tapi, tahukah anda, bahwa anak sangat mudah belajar. bayangkan jika yang kita lakukan hanya marah dan kemudian muntahnya langsung dibereskan oleh orang lain apa yang anak dapat? Akan berbeda jika kita menganggapinya dengan sikap yang lebih tenang. Atau sama halnya ketika keponakan gw menumpahkan segelas penuh air dimana sebelumnya bundanya sudah memberi tahu untuk menutup yang rapat.

singkat cerita tumpahlah air sebanyakk itu di karpet. Gw adalah penganut marah bukanlah hal yang penting jika tidak terpaksa. atau jangan berikan correctional No, jika tidak timbul perilaku Agresif, distraktif, distruptif, dll. (teori SMART ABA). Maka gw cukup dengan ambil handuk, membantu dia menunjukkan caranya. meletakkan handuk di atas air yang tumpah, hingga airnya terserap, baru kemudian beri penjelasan.

ponakan gw yang begitu senang bermain kek tempat gw ga harus jadii nangis cuma gara-gara air tumpah. dan akan ada ilmu yang dia dapat. lebih berhati-hati. bertanggung jawab sama perbuatannya. kemudian ga harus menyelesaikan masalah dengan emosi negatif. Cukup tenang dan kerjakan semua. Dia akan mendapatkan informasi dan otakknya akan bergerak lebih cepat mencari solusi dari permasalahannya.

Ingat. akan susah mendoktrin otak orang dewasa. sebaliknya akan mudah memasukkan apapun pada anak. Itulah sebabnya, mengapa anak begitu berharga..

*inilah alasan mengapa anak adalah hal yang ingin aku fokuskan. hingga suatu saat jika allah izinkan aku menjadi seorang ibu. Ia jadikan aku ibu yang baik untuk anak-anakku.

yang perlu belajar adalah kita orangtua. MAUKAH KITA MENYADARI KESALAHAN KITA??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s