Kau

Ternyata lebih. Lebih terluka. Aku tak tahu. Tapi seperti ada yang hilang. Terindukan.

Seperti harus melangkah tanpa boleh melihat jalan. Seperti itu rasanya, mencium harum bunga tanpa boleh berkomentar.

Umpan yang tak ditujukan. Hanya seperti lampu jalan. Sekedar menerangkan. Bukan satu atau dua. Tapi setiap bayang yang terhalang.

Aku beranjak. Melihat dari atas sana. Tersenyum. Sebuah lambaian. Lambaian itu tak berlaku untuk satu.

Terlalu mudah jatuh hati pada jiwa yang tulis mengasihi. Memyedihkan. Bahkan ketika sudah diberikan tempat yang sewajarnya. Tanpa bisa berkata. Aku kan selalu ada.

Terluka. Kembali. Hanya sebatas ini. Ungkapan kata kasih yang terganti. Tersirat meski mudah dipahami. Hanya saja, akankah kau mengerti?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s