“Cuti”

ga banyak yang aku lakukan saat liburan. Pekerjaan rumah? Iya setrika baju, ngepel, dll sudah dikerjakan dengan sempurna. Kosong rasanya. Tidak ada kegiatan. Sampai sore ini aku membaca berita seorang kakek 65thn yg berjuang dengan motornya mencari penumpang. Air mata keluar ga berenti. Usahanya yang patut dihargai bukan berapa rupiah yang bisa ia bawa pulang.

Tuhan kami tahu Engkau maha penyayang dan Engkau pastikan selalu ada kebaikan diantara keluh kesah kami.

Malu rasanya belum bisa berbuat banyak. Untuk apa air mata tentu ga membantu mereka. Doa sederhana yang aku bisa. Berharap Tuhan menyambut doa dari manusia yang penuh dosa ini. Sungguh kasih sayangNya tak terperi.

Airmata lebih berbicara daripada kata-kata. Tuhan… Kau hadirkan kebahagiaan dalam hati kami. Izinkan airmata ini keluar hanya untukMu. Hanya Engkaulah yang pantas menerimanya. Tuhan tiada daya upaya ki tanpa pertologanMu. Berapa banyak nikmat yang Kau berikan meskipun aku berada dalam kemaksiatan.

Tuhan izinkanlah sisa hidupku ini menjadi kehidupan bagi mahlukMu yang lain. Bukanlah harta dan kekayaan yang melimpah namun harta yang berkah yang menjadi jembatan menuju keridhoanMu. Ampunilah ky Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s