Masih orang yang sama

Tak nampak gelagat akan berpindah dari masa lalu.

“Bodoh kau. Untuk apa pula kau berharap dan menunggu Pik?! Kau pikir kau medan magnet yang dapat menariknya dengan kau dekati perlahan?! Bah! Sudah gila rupanya anak Jawa ini”

“Bukan begitu namboru, aku sudah coba pergi dan menghapus semua memori. Tapi dia begitu lekat. Sepertinya Korinku sudah jatuh hati padanya. Maka dipenuhilah otakku dengan gambaran dia. Bantulah aku namboru”

Epik. Selat disebrangi, beberapa kota dilalui, rupanya tak merubah rasa pada sang “ksatria”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s