Kesedihan Epik

“Emang gitu. Lo harus belajar” Adi mulai dengan ceramahnya.

“Lo pikir, lo hanya butuh teman? Ga lah Pik. Coba deh buka diri lo. Apa yang susah sih?!”

Memang mudah buat sebagian orang, tapi buat gue. Banya kisah yang udah sangat menyakitkan. Gue pun ga mau kesalahan orang lain terulang di diri gue.

“Gue mau bantu lo”

Yah.. lagi dan lagi bantuan yang ntah kapan Tuhan kabulkan terwujud.

“Gue ga mau terluka Di”

“Itu resiko Pik. Mana ada di dunia ini yang ga beresiko. Elo terlalu main aman”

“Gue ga mau malu Di”

“Ya ampun Pik. Apa sih memalukan dari itu? Ga ada. Wajar. Semua orang pernah jatuh”

Ya gue contohnya selalu jatuh.

“Lo terlalu penakut Pik. Pengecut. Badan aja lo gedein. haha becanda. Ok gue akan cari tahu dulu gimana statusnya. Fix?!”

“Terserah loh deh”

bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s