My responsibility

Kalau dulu ini dimulai ketika kecil dan aku bisa menyalahkan mereka. Tapi sekarang, dengan berlanjutnya hingga aku dewasa tidak ada lagi yang bisa disalahkan kecuali diri sendiri. Iya kan? Aku harusnya yang bertanggung jawab. Bisa mengontrol semua yang ada pada diriku kan? Mengetahui secara empiris bahwa ini akan berlangsung selama hidup dan mengganggu kehidupan saja cukup mengkhawatirkan. Bukannya aku mau menyerah. Hanya, kalkulasiku tak cukup untuk membuatnya lebih baik dalam beberapa tahun.

Sekali lagi, aku mengasihani diri sendiri. Iya, aku tak berpikir ini bagian dari drama yang selama ini aku tonton. Ini kenyataan yang aku tinggali. Tanpa bisa aku lewati scene dan episode yang tak aku senangi.

Malam ini.

Ditemani lantunan ayat suci di depan sana. Dan dengan kata-kata tulus yang terdengar sebelumnya. Seakan mereka dan alam ini tengah berdoa untukku dan untuk doa ibuku.

Maaf jika hingga waktunya nanti aku masih tak mampu mengabulkan keinginanmu ma.. Yang perlu kau tahu. Aku bahagia..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s