McDojo (Dojo oh Dojo)

Dojo oh Dojo.. Bagaimana nasibmu kelak? Terlanjur jatuh hati sudah pada olahraga ini. Tapi apalah arti kami tanpamu Dojo. Ibarat tuna wisma 😀 *lebay dikit.

Dojo itu (abis googling haha)…..

Kata dojo (道場,) adalah istilah bahasa Jepang yang secara harfiah berarti “tempat jalan”. Pada mulanya dojo sebagai tempat untuk belajar dan mengajarkan Buddha, dalam perkembangan dewasa ini istilah dojo adalah tempat latihan, belajar budo, tempat mencari pencerahan, atau place of the way. Istilah dojo juga digunakan untuk menggambarkan ruang meditasi tempat praktek meditasi Zen Buddhis zazen, sebagai  pengganti dari “zendo” istilah yang lebih spesifik, dan lebih banyak digunakan untuk menyebut ruang meditasi mereka, seperti yang dilakukan master pendiri mereka, Taisen Deshimaru. Istilah dojo merujuk pada tempat pelatihan formal untuk orang Jepang melakukan seni, tetapi lebih spesifik  dianggap tempat pertemuan formal bagi murid dan guru dari berbagai seni bela diri gaya Jepang untuk melakukan pelatihan, ujian dan pertemuan terkait lainnya. – See more at: http://aikidojogjakarta.com/?p=625#sthash.XloggTAc.dpuf
Kalo liat-liat dojo di internet kayaknya keren banget ya. Pertama kali ngebayangin mau latihan juga wiih kayaknya asik tuh tempatnya adem, ayem, PERMANEN.. Ternyata sejarah Dojo untuk jritsukai ga begitu (hahaha). Kami seperti manusia purbakala yang hidup dalam kehati-hatian terhadap mangsa dari luar (apa siihh). Jadi begini, dojo kami sedang dalam kegalauan. Apalagi masalahnya kalau bukan karena penjaganya.. Huhuhu babeehh.. Katany sih Dojo ini baru pindah sekitar 1 tahunan (eh apa 2 tahun ya?) dimana sebelumnya sempat menyewa gedung pertemuan. Yang kemudian pindah lagi karena tidak ada kesepakatan dengan TUAN GEDUNG. permasalahan matras juga jadi penyebabnya. Mau ditaruh dimana matrasnya kita… (pake nada armada ya..) gitu deh. Trus sekarang juga gitu. Si TUAN PENJAGA KUNCI pun terkadang tidak mengindahkan kita. 😦
Hari dimana seharusnya kita latihan ada aja alasannya gedung dipake, trus belum diberesin dan lain lain..
Lagi-lagi iri sama dojo lainnya.

FINANSIAL
Mau ga mau harus diakui finansial itu penting untuk menunjang hobi dan keberlangsungan hidup suatu organisasi. (pantes partai cepet besar wong pemiliknya punya modal). Dojo kami memang termasuk Dojo yang paling murah (mungkin ya) iuran perbulan aja ga sampe menghabiskan 2 lembar uang nominal terbesar. Alhamdulillah memang. Gue berpikir sih.. Seandainya gue anak Bill Gates. Gue beli tuh gedung di pinggir jalan gue sulap jadi Dojo impian. *lovely..
Nah, kata seadainya itu buat bangun dari kenyataan. Duit tak ada. Walhasil cinta pertama ini juga akhirnya tak bisa dipenuhi kebutuhannya. wakwaaw. Tiap saat kami selalu berbicara. Ayo cari gedung, ayo pindah, aduuh kenapa lagi sih ga bisa dipake, waah konspirasi nih, ah ga nyaman, dan lain-lain. Ah kami jadi seperti anak kos yang tiba-tiba bisa saja didepak dengan alasan kontrak habis ga bisa diperpanjang karena ada anak kos baru yang mau kasih tips penjaga kos dengan lebih besar. crying out loud jadinya..
McDojo
Instagram itu tempat bermunculan banyak kreativitas. Seperti istilah McDojo ini. Katanya sih McDojo itu ibaratnya bukan Dojo beneran. Yah Dojo-dojoan lah (abal – abal kali ya maksudnya tempat dan latihannya). Kalo gue mau pake istilah McDojo karena ada tempat makan mendunia itu loh McD.. Nah Dojo tempat gue sekarang 11-12 sih. Isinya makanan semua hahah. Apalagi abis ujian. Itu serasa buka puasa bro… Mungkin karena itu juga yang ujian kenaikan kyu kemaren pada lulus semua. Senseinya jatuh cinta sama suguhannya. hahaha
Bisa dibilang juga sih. Dojo kita beda banget. Ibaratnya mah kita ga menerapkan pakem yang biasanya ada pada dojo-dojo lain. Memang kita diajarkan cara meletakkan sandal di samping matras. Masuk ke matras harus kasih salam dulu (izin apalagi telat), jalan sikko kalo dari tengah matras mau duduk si pinggir. Berdoa sebelum mulai (ga inget nama-nama jepangnya). Ritual itu berjalan kalo ada tamu (hahaha). Suasana dojo yang biasanya pecah jadi sunyi… tenang.. dan awkward buat gue. hehehe
Sensei gue emang rada-rada error haha. Kerjaannya nge-game doi ga mau kalo haru dibangun di atas suasana formal kalo latihan. Tapi masalah teknik. Yuup ga boleh salah. PRINSIP jangan dilupakan. Kita bukan mau berantem. Kita mau menciptakan kedamaian. Ingat Ingat! Soalnya doi bilang gue senengnya berantem haha.. Nah itulah..
Eh, balik lagi ke Dojo. Berdiri dengan nama jiritsukai. Gue cari dong artinya di google. Katanya sih self reliance ehm… bener mungkin ya.. Mandiri ga bergantung pada satu tempat. hahaha..
Tapi yasudahlah, namanya juga cinta… Apapun kondisi dojo. Didzolimin dikit sama TUAN PENJAGA KUNCI tak apalah, asalkan 3 kali seminggu bisa “pulang” ke Dojo. Berbagi kedamaian dengan yang lainnya.
*Bentar lagi cinta yang bikin kecanduan nih. hiiiii
ps: badan masih biru semua. Belum 2 bulan nekad ikutan nage.. dari kecil otak gue itu ada di otot. wkwk. Makanya lebih mudah mengingat gerakan daripada teori. Inget belum lulus ujian lisan ABA huaaaa
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s