Anak bermasalah

pagi ini saya berdiskusi dengan psikolog sekolah di tempat dulu saya bekerja. Berangkat dari kekhawatiran saya terburu-buru dalam menilai seorang anak bermasalah. Rupanya cukup sederhana apakah anak tersebut dikatakan bermasalah atau tidak.

jika tugas perkembangan seseorang terganggu. Sudah cukup bisa dikatakan dia bermasalah. Cobtoh; pada orang dewasa jika sesuatu mengganggu pekerjaannya, itu sudah masalah. Nah sama pada anak. Jika sesuatu membuatnya hingga tidak sekolah itu sudah cukup dikatakan anak tersebut bermasalah. Tentu masalah orang dewasa dan anak-anak berbeda.

Dear ayah bunda. Ibu bapak. Papa mama.. Sama seperti kita. Ketika mereka merasa tertekan maka sikap mereka akan berubah. Berbeda dengan kita manusia dewasa yang bisa menganalisa masalah. Mencari solusi. Mereka butuh ruang “dengar” yang lebih lama dan tulus.

Kita tidak tahu pengalaman apa yang mereka alami (penggunaan kata trauma akan terlalu ekstrim didengar dan kebanyakan orang tua akan menyangkalnya). Iya hal yang mungkin tidak akan kita duga.

Bapak ibu. Cukupkah kita menitipkan anak kita pada mereka yang notabene bukan penanggungjawab utama? Atau masihkah kita akan menyangkal bahwa mereka akan baik-baik saja. Kesimpulan yang diambil berdasarkan pengamatan masa lalu. Keceriaan anak kala dulu. Ayah bunda. Sama seperti kita kenapa mereka berubah. Ya karena mereka memiliki masalah. Sesuatu yang harus kita bantu menyelesaikannya.

Takutkah kita pada kenyataan bahwa anak kita bermasalah? Seharusnya tidak. Intervensi dini yang kita butuhkan. Masihkah kita akan menyia-nyiakan waktu mereka? Yang tidak akan mungkin kita ganti dengan uang. Masihkah pak bu? Demi harga diri kita atau demi anak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s