Bagaimana bisa?

Pagi-pagi lagi-lagi… Mimpi yang kesekian kali, malam ini berbeda. Mimpi dia mengenakan pakaian ibadah. Lucu, melihatnya mengikuti gerakan imam. Aku yakin dia belum hapal surat-surat itu. Atau masih terbata melafalkan doa-doa dalam ruku’ dan sujud.

Aaaahh, semuanya terasa nyata hingga aku terjaga.

“Itu hanya mimpi” terdengar suara di telinga. Rupanya waktu subuh telah tiba. Sebenarnya ingin pura-pura bertanya “bagaimana bisa?” Tapi hatiku mengetahui pernyataannya jauh lebih lama, ooh aku masih berharap. Jauh di dalam lembah hatiku di sana..

Hmmm… Ini sesuatu yang tidak bisa direkayasa atau dapat aku wujudkan dengan kerja keras kan?! Bukan kuasaku. Tentang sujud dan lainnya.

Aaahh pagi-pagi kau membuatku lapar. Mungkin karena aku terlalu bersemangat menyambutmu dalam mimpi.. Mungkin aku terlalu bersedih karena itu bukan mimpi yang bisa kujadikan kenyataan.

sudahlah. Terlalu muluk jika aku berharap. Aku memang mencintainya. Tapi, bukannya aku tak bisa hidup tanpanya kan? Hahahaaa. Sudah lega rasanya meskipun kau hadir sejenak saja dan kita sujud bersama. Sisanya, mungkin ada cahaya yang entah akan dia terima atau tidak.

Makan makaaann pagi-pagi lapar 😊😊😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s