Ngarai

Begitu indah kulihat. Tapi rasanya, aku hanya

sanggup menikmatinya dari kejauhan. Kau taukan, jurang cukup dalam membawa pikiranku ke alam yang menyeramkan.

Terjatuh.

selalu itu yang ada dibayangan. Aku bisa menangkapnya secara visual, seakan ia dekat. Yah, meskipun sesekali aku ingin ada di dalamnya menikmati kesejukan dan kedamaian.

jalan terjal.

Aku memang terlalu pengecut untuk melangkah. Padahal sudah jelas kulihat bayangan dari yang kuinginkan.

Dia seakan memanggilku. Mengajakku untuk lepas dari benteng aman yang kubangun sendiri. Benteng itu kini tidak terjaga. Sehingga, mungkin ini saatnya.

ngarai selalu sempurna untukku. Diantara ketakutan dan kenyamanan. Disitu seharusnya aku. Melepaska semua risau dan ketidakpastian pada kemungkinan.

Ngarai itu berderu, ditemani air terjun yang memberikan salam dan kehidupan. Aku harus beranjak kan? Karena jika tidak, ngarai tak akan pernah menyapaku lagi..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s