Kau Dapatkan Apa Yang Kau Cari

Wow.. Lama sekali ga nulis blog ini ya. Rasanya jadi seperti harapan kosong pingin punya buku sendiri tapi jarang nulis hihihi.. Jujur kangen banget. Apalagi di kepala semua udah muter apa yang mau ditulis. Ternyata belajar memang ga pernah mudah, namun selalu menyenangkan. Seperti sekarang, setelah pelatihan sebulan lebih akhirnya aku bisa pindah dan menerapkan apa yang aku pelajari. Sama seperti sebelumnya, awal tidak pernah mudah sehingga kita jarang terlena untuk bersantai.

Kau tak akan pernah menikmati mendapatkan apa yang tidak kau inginkan, yang tidak kau cari..

Dulu aku berdoa pada Tuhan, bahwa aku inginkan pekerjaan terakhir yang benar-benar sesuai hatiku (dan sesuai gajinya 😁😁✌️ Setidaknya untuk bertahan menghidupi diri sendiri dan khalayak ramai 😁✌️). Singkat cerita aku merasa bersyukur ada di tempat ini. Tempat sekarang.. Ingat dulu interiew ketika mau jadi sekretaris direktur (apa aja kerjaan dicobain πŸ˜’πŸ˜…) ditanya “emang kamu doanya apa?” Jawabku “al mu’minun 29 pak” lalu katanya “yaah itu juga harus jelas, tempat seperti apa yg kamu inginkan, pekerjaan seperti apa” walhasil kami memang tidak berjodoh. Beliau tahu aku ga nyaman hehe dan aku tau beliau tau aku ragu. Akhirnya kuulangi doaku. Tempat terbaik yang allah pilihkan yang sesuai dengan hatiku tapi semakin dekat denganMu. Yang bisa kujadikan materi untuk buku (kelak insyaa allah). Yaa di sinilah akhirnya.

Keseruan di tempat ini belum pernah kuceritakan, tapi aku menyimpannya rapi di dalam otakku. Satu persatu dengan perlahan akan kucoba rangkai.. Tunggu yaa… Aku selalu tahu apa yang kuinginkan, meski dengan jalan yang terlalu banyak kelokan. Orang pikir aku tak punya tujuan, namun mereka yang mengenalku tahu bahwa aku sedang meninggalkan jejak yang bisa menjadi kata kunci.

Kau tahu? Setiap aku bermimpi aku tak pernah mengubur mimpi itu.. Seperti tanaman, terkadang aku kawinkan silang. Aku tahu bahwa apa-apa yang benar kuinginkan tak boleh begitu saja kulepaskan. Tanpa daya, tak berjuang. Terlalu mubazir rasanya karena semua menjadi sia-sia.

Yang aku tahu. Jika kau mencari maka kau pasti dapati. Tidak dengan berdiam diri dan tak mau peduli. Seperti pepatah berkata, aku tak mau lagi berlindung dengan kata-kata menjadi diri sendiri. Berlindung dari ketidakmampuanku supaya orang menganggap itu wajar dan natural. Tidak. Aku tak mau hanya sekedar menjadi diri sendiri. Terlalu naif rasanya. Berlindung dari ketidakberdayaan. Aku bisa menjadi siapapun yang aku inginkan. Karena tidak ada yang terlahir original, yang ada mereka yang terlahir dengan percampuran gen dan alam. Aku yakin ketika kita membidik. Maka kita tau jelas apa yang harus kita lakukan. Jarak menjadi hitungan. Tapi timing yang menentukan. Seperti saat ini. Ada yang paling aku sesali. Mengapa aku tidak bersyukur lebih awal. Namun, sudahlah kulipatgandakan saja syukurku.

Latihlah dirimu. Visualkan apa yang kau mau. Bidiklah sasaranmu. Persenjatai dengan yang terbaik. Gunakan kendaraan yang disediakan, seburuk apapun kondisinya. Bersyukur karena ternyata kau tak perlu berjalan. Bersabarlah. Mungkin bisa terlihat dekat, mudah, dan nyata. Namun kita tak bisa perhitungkan alam dan cuaca. Amatilah, bersabarlah, jangan terlalu tergesa-gesa karena semua akan kacau jadinya. Nikmati saja, hingga di saat yang tepat kau lepaskan bulir peluru itu.

Bang! Hanya satu peluru.

Kau dapat apa yang kau cari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s