Pria Impian :: Part 1. Epik Story

Epik Sarla Tarinika, sampai kapan kau akan berhenti kekanak-kanakan? Ehm, ntahlah.

Tak ada undang-undang yang mengatur kedewasaan seseorang dihitung dari kuantitas hidupnya kan?

Berumur seperempat abad namun masih menantikan kisah cinta seperti drama korea. tragis dan mengenaskan. Semua tahu bahwa Korea itu dibangun Tuhan sebagai negeri dongengnya dunia. Membandingkan diriku dengan tante-tante berumur 40 tahun Korea pun aku tak berani. Meskipun mereka bukan artis.

Ya, apalagi didukung perang dinginku dengan ukuran semua pakaianku. Aku tak tahu bagaimana korea bisa meng-kampanyekan anti obesitas, anti pesek, anti keriput, anti jelek, dan anti-anti lainnya. Oh, aku lupa, mereka yang pentas di depan kaca yang menyiratkannya.

Aku tak pernah memimpikan untuk menjadikan diriku putri cantik yang penuh ketenaran seperti member-member girls generation. Aku tak pernah berambisi mendapatkan kerajaan. Aku ingat sekali bagaimana aku bercita-cita menjadi seorang istri pemain bola. kala itu usia sekolah dasar. Aku menyaksikan pra piala dunia. Indonesia melawan Negara-negara asia lainnya. Kulihat sosok Kurniawan Dwi Yulianto seorang penyerang tim nasional. Garuda kita.

Wajahnya yang sepertinya santun, telah menhinoptisku. Dan membawa lamunan yang sangat jauh. Menarikku paksa kedalam khayalan anak pra remaja. Seakan terbawa ke dalam layar kaca, aku berdiri di pinggir lapangan dengan handuk putih dan sebotol aqua (ini merek kawan. dulu belum ada selain aqua). Melihatnya berlari, memberinya semangat sambil melompat-lompat. Go kurniawan Go.

tttteeeeeett.

Kembali ke Korea. Negeri gingseng ini sangat menyehatkan mata, karena penampilan orang-orangnya yang rapi. Ada beberapa sosok pria idaman karakter di drama korea salah satunya Secret Garden yang berkisar bak Cinderella dikawinkan dengan little mermaid namun dalam versi lebih menderita. Hyun Bin sebagai actor utama tentu sudah menjadi daya pikat. Ditambah dengan soundtrack yang mendukung. Hyun Bin yang memerankan Kim Joo Won adalah prngusaha muda yang kemudian jatuh cinta pada seorang stuntwoman.

Yang menarik adalah karekter dari Joo Won yang cukup dingin, berkelas, tapi konyol dan dirindukan. gayanya dewasa tapi berubah menjadi kekanak-kanakan ketika berusaha mempertahankan cintanya. Joo Won, adalah orang yang tegas dan bertanggung jawab pada pilihannya. Pengambil keputusan yang bijak dan jujur. Haaeem. Andai saja ada satu duplikatnya Tuhan. Akulah yang pertama mengantri.

Berhenti berbicara tentang pria-pria korea atau atlet nun jauh di sana. Meski kriteria itu tidak pernah dikesampingkan akan ada satu lagi syarat menjadi pria idaman. Yaitu, Pria Roker prioritas. Apa itu? Pria ROmbongan KEReta yang selalu siap sedia memberikan tempat duduknya pada golongan prioritas (lansia, Ibu membawa anak, dan wanita hamil). Terlihat dewasa dan seperti superhero  episode gerbong kereta.

Aku selalu memiliki skenario di kepalaku. Akan bertemu dengan jodoh di dalam kereta, suasana yang romantis. Itulah kenapa gerbong wanita menjadi alternatif terakhir. Asal kau tahu, gerbong khusus wanita lebih kejam dibandingkan hari perebutan sembako. Injak, dorong, tarik, teriak, omelan. Huufftt khas wanita sekali.

Yap, seperti biasa afirmasi dan visualisasi di kepalaku bekerja. Suatu siang beberapa hari lalu.

Ehm, Epik kau tahu saat yang tepat. Kereta sudah penuh, tak ada bangku kosong tersisa. Skenario berjalan sempurna, kulihat pria dewasa dengan headset dan gadget. Berpakaian casual. Sepertinya korban yang sempurna. Kudekati bangkunya, berharap dia akan berdiri, tersenyum, dan memulai pembicaraan.

BERHASIL!!! EPIK KAU BERHASIL. Akhirnya pria itu berdiri, mempersilakanku menempati tempat duduknya.

terima kasih ya..” hm hm, kuberikan senyuman termanis yang kupunya. Epik kau sempurna. Pakaian hari ini membantuku terlihat berbeda. Tak ada semburat lemak dan lipatannya. AKu sangat percaya diri.

iya sama-sama” aah dia menjawab. Ok, bahasa tubuhnya masih ingin mengatakan sesuatu. Aku tidak akan memulai dulu. Benar akhirnya dia bertanya padaku. Kenalan kenalan ayo minta kenalan.

sendirian?”

iya..” aaahh ayo tanya lagi

turun dimana?”

asiik assiik “Depok. Masnya?”

sama. ok nanti turun bareng aja” yuhuuu berhasil. Tapi…

turun bareng aja nanti sama saya, kasian kan lagi hamil kalo kegencet”

Appaaaahh?? *tears down* 😥 jadi dia perhatian sama gw karena dia pikir gw hamil?? 😥 😥

Yah, begitulah. Afirmasi yang kulakukan tidak selalu berjalan baik. Ok. Sejak itu aku menyatakan mungkin aku seharusnya mengidamkan seorang dokter bedah kecantikan atau seorang dokter spesialis jiwa. Supaya semuanya berjalan dengan lebih baik.

*bersambung*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s