OmeshOmesh InTime

Judulnya OmeshOmesh sebenernya terinspirasi dari kisah omesh dan anjing.

Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Kalau boleh pilih manusia pasti ingin hidup selamanya, memiliki semuanya. Yap, hal ini pernah divisualisasikan dalam sebuah cerita. Film yang diperankan mas Justin Timberlake 😀 In Time. Menurut gw sih ini salah satu film favorit. gw ga akan bicara tentang sinematograpi or apalah bahasa keren orang-orang film. Yang gw tau sebagai orang awam, film ini kasih nilai yang sangat besar. Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang kita punya. Dan kenapa setiap hal harus ada batasnya.

Time is money kata paman Gober. Di film ini juga begitu, bagaimana sistem kenegaraan dan kehidupan manusia diubah menjadi berdasarkan seberapa banyak kau punya uang, selama itu pula kesempatan kau untuk hidup, menikmati hidup, atau bahkan memberikan hidup (kalau mau). Semua oarang dianugrahkan cinta sejak lahir. Cinta dunia, cinta harta, tahta, dan a lainnya.

Beda dengan kisah mas Justin yang berjuang memperjuangkan keadilan, setelah dipenuhi rasa bersalah atas kematian ibunya. Film ini hanya menggambarkan bagaimana fitrah manusia yang sesungguhnya. tapi, kalau kisah dari mas omeshomesh berbeda. Fitrahnya mencintai anjing, membawa mas omesh (pura-pura akrab hehe) pada Fitrah yang lebih tinggi, yaitu cinta pada Sang Pencipta. Sebagai muslim, hidup kami diarahkan mempunyai panduan yang jelas (Kalau selama ini protes sama SOP perusahaan padahal itu membuat kita perform well nah ini pasti lebih dari itu). Islam mengatuur manusia sejak bangunn tidur hingga tidur lagi, berhubungan dengan sesama manusia, hewan, tumbuhan, air, aah semesta deh.

Aturannya jelas, manfaatnya banyak. Tuhan itu luar biasa menciptakan mahluk yang banyak, berbeda, dan saling melengkapi. Salah satunya adalah anjing. Dengan berbagai macam ras dan keahlian. Anjing dikenal sebagai salah satu sahabat manusia karena kemampuannya menanggapi stimulus dengan baik. Sebagai muslim tentu kita punya aturan sendiri untuk mahluk yang satu ini, kita tidak dianjurkan untuk memeliharanya, karena najis yang menempel di air liur anjing. Menurut penelitian air liur anjing mengandung patogen yang dapat merusak kesehatan manusia dan hal ini bisa dihilangkan dengan membasuh dengan tanah. Bukan berarti islam membenci anjing. Bagaimana bisa? Jika Allah lah yang menciptakan mahluk lucu tersebut. Karena, anjing pun mempunyai tingkatan dalam rantai makanan. Islam bahkan memberikan ganjaran pahala pada manusia yang membantu memberi makan anjing.

Kembali ke mas Omesh, kecintaannya pada anjing membuatnya sedih harus berpisah. Namun, penjelasan dari Alm. Ust. Jepri waktu itu membuatnya mampu menerima aturan yang berlaku. Akhirnya, sang anjing pun tetap dipelihara namun oleh orang lain. Bukan dipelihara di rumah. Begitu pula dengan gw, misalnya gw pingin banget makan coklat, cake, harumnya udah  menggoda banget tuh. Tapi ternyata di dalamnya ada kandungna rum. So? Yaa salam, udah aja dulu telen ludah hihiii.. Atau ketika kita pingin banget ikutan nongkrong makan di suatu tempat yang diragukan halal-nya. Orang jawa bilang mlipir dulu aja. Bergeser, pindah, cari yang lain.

Mungkin sama ya kayak cinta sama manusia. Kalo kita pernah mencintai orang yang salah. Bisa jadi dengan jenis kelaminnya, atau dengan agamanya, atau dengan statusnya. Ya, semua itu cuma godaan aja. Harusnya kita bisa kembali bahwa apa yang telah IA atur pasti yang terbaik. Hey! emang siapa kita? Seakan kita lebih tau gitu yang terbaik buat kita dibanding yang menciptakan kita?

Atau kecintaan kita pada harta. Hmmm.. ini bisa yang paling menggoda. Tapi, jika kaya sudah pasti mulia, tentu Qorun tidak akan Allah tenggelamkan bersama hartanya bukan ? Yaa, sekali lagi kita seolah lebih paham mengenai apa yang terbaik. Padahal ada Sang Maha Kuasa yang suatu saat dengan mudah bisa mengubah layar-NYa.

Jadi, kenapa kita tidak lakukan yang terbaik yang kita bisa? Agaman tidak pernah memberatkan kita. Kerjakan apa yang kita bisa, perlahan sambil memperbaiki diri dengan waktu yang kita punya. Ketika Allah minta kita melepaskan sesuatu, Ia sesungguhnya telah menyiapkan sesuatu pula yang jauh lebih baik. Jauh lebih dari apa yang pernah kita bayangkan. Do what you have to do, let God take the rest. Hukum kekekalan energi pasti berlaku, sebagaimana Hukum di atas itu. Hukum Tuhan. Mungkin saja cinta mas omesh pada sang anjing suatu saat akan terbalas. Semoga kita ga kehabisan waktu, dan selalu in time dalam melakukan sesuatu. Hingga, kebahagiaan yang kita raih di akhir bukan penyesalan.

Tetap semangat!! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s