Intro

“Kenapa ga cukup? Itu udah yang paling besar”

Kuperhatikan pantulan badanku di cermin. Ah untung saja ayah membeli cermin yang pandai berbohong. Setidaknya bobotku berkurang 2 kg di cermin ini.

“EEPPIIKKK!! Lama banget siih, ngapain aja ayoo anak-anak udah pada nunggu”

Aiish berisik, sambil kutarik-tarik gaun yang seakan mencoba melarikan diri ini.

Tunggu sebentar, bentar lagi deh selesai” bibirku sudah tidak beraturan bentuknya. Mataku sudah mulai muak memandangi tubuh dan baju yang tidak pernah mau akur ini.

Epik, Epik, apalah arti sebuah nama katanya. Tapi kasus baju dan tubuh ini mengartikan segalanya. Aku tahu alasan ibu memberiku nama Epik. Terinspirasi dari kisah patih gajah mada katanya. Kisah Epik di tanah jawa. Epik Sarla Tarinika lengkapnya. Tentu nama ini diberikan dengan tujuan yang amat sangat jelas. Begitu kata mbok mia. Bahkan Mbok Mia memiliki nama panggilan yang keren. Nama aslinya. Sumiati.

Epik Sarla Tarinika Pengucapannya lebih seperti kalimat dalam bahasa korea. Namun namaku diambil dari bahasa sansekerta sebagaimana ibu tergila-gila dengan Jawa.

Epik berarti sesuatu yang besar, berkaitan dengan kepahlawanan, bersifat objektif.

Sarla berarti jujur, berkata apa adanya.

Tarinika berarti sekuntum bunga.

yah mungkin ibu berharap aku akan menjadi putri yang membawa nama harum keluarga dengan sikap yang objektif dan jujur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s