Belajar Kurikulum Indonesia

Belajar Kurikulum Indonesia

Kemarin di angkot, saya mendengar pembicaraan 4 orang guru tentang kurikulum 2013. Bukannya mau curi dengar, tapi terdengar. Yah, bagaimana sih suara ibu-ibu kalo lagi diskusi. Jadi, intinya mereka sebagai guru sangat keberatan dengan kurikulum yang ditetapkan bagaimana ga? merepotkan katanya karena dianggap belum sesuai dengan nalar siswa SD. Mereka merasa susah menerapkan apa yang seharusnya. Bagaimana bisa siswa SD belajar mandiri. Mencari tugas melalui internet, lalu mempresentasikannya.

“Aaah orang tua lagi yang repot, kita juga yang repot kan ya jadi orang tua.” Kata salah seorang guru.

“Iya, capek lagi. Untungnya hari ini lagi kosong. Anak-anak seneng banget, saya jawab aja, ibu guru lebih seneng kalo jam kosong”

belum lagi raport nya pake kata-kata. orang tua mana mau tau, mereka butuhnya angka. Pasti ga dibaca juga, udah capek-capek buat”

daann masih banyak keluhan lainnya.

Sebagai mantan guru, saya mencoba menelaah dan memahami yang beliau-beliau rasakan, karena memang usia beliau tentunya jauh lebih tua dari saya. Jika dilihat dari pakaiannya, mereka adalah guru SD negeri. Oke, beberapa poin yang saya catat.

  1. Saya, sebagai pendidik tentu tidak akan pernah mengatakan senang jika tidak harus mengajar. Dulu saya sangat menikmati mengajar dan hingga saat ini meski dalam dunia yang berbeda. Seharusnya, sebagai pendidik, kita membuat mereka menyesali waktu yang terlewatkan untuk menambah ilmu. Bukan mengatakan senang dan sebagainya.
  2. Tugas yang juga ikut memberatkan orang tua di rumah. Oke, pengalaman saya mengajar di sekolah swasta. Adalah keharusan bagi orang tua terlibat dalam tugas dan perkembangan anaknya di sekolah. Apakah semua pendidikan adalah tanggung jawab guru di sekolah? Tentu tidak. Terlebih orangtua sang murid berprofesi sebagai pendidik, seharusnya lebih mengerti.
  3. Raport yang harus dijelaskan secara deskriptif bukan hanya deretan angka. Memang tugas ini cukup menguras tenaga. Saya mengalaminya. Tapi, hal ini sangat membantu kita sebagai pendidik untuk lebih memahami siswa dan membantu dalam asesment lanjutan. treatment apa yang dibutuhkan oleh mereka kemudian. Saya mencoba untuk mengerti mereka  yang mengampu lebih dari 25 siswa dalam satu kelas, karena saya pun 25 siswa dipegang 2 orang guru.
  4. Kurikulum yang memberatkan. Semua materi jadi satu. Otak dan nalar anak-anak ga sampai. Wahai guru, tentu engkau lebih mengerti bagaimana cara bekerja otak anak-anak. Mereka akan lebih mudah memahami materi yang berhubungan, yang dilakukan dengan motorik mereka. Otak mereka mampu melakukan itu.

Tentang Kurikulum 2013 Read more

Mr. CEO

Mr. CEO

Kesempatan yang jarang bisa berbagi kisah dengan Mr. CEO dulu. Beliau pernah “membaca” karakter gw sebagai anak psikologi (ga tau tiba-tiba karakternya disamakan dengan karakter istrinya yang jebolan psikologi juga). Tebakan beliau:

  1. Kamu emang pendiam. Tapi diam-diam dendam “Liat aja nanti”. Ooopss mungkin itu berlaku untuk beberapa tahun lalu. Tapi, saya sekaran tidak mau menyimpan dendam Pak karena saya tahu betapa tidak bahagianya orang mendendam. Jiwanya ga bebas, saya ga mau seperti itu. Naah tebakan Bapak meleset untuk saat ini.
  2. Kamu biasanya bertahan di lingkungan yang tidak nyaman buat kamu. Misalnya kamu itu berteman dengan mereka yang ga sepemikiran. Dulu jawabannya, ga pak, saya mah sukanya sama yang nyaman, kalo ga nyaman saya tinggalin. Sekarang, setelah dipikir-pikir… Ia juga ya, bukan ke pertemanan tapi pada beberapa hal gw akan bertahan pada situasi yang tidak menyenangkan supaya gw ga membuat “keributan”.
  3. Kehadiranmu itu membuat tenang. Kamu itu ngadem-ngademin situasi orangnya. Aaaahh Bapak bisa ajaa hahaha. Kalo ini walau ga sepenuhnya bener gw iyain aja lah.. Berharap jadi doa, dimana kehadiran gw membawa kedamaian. Padahal pada beberapa kasus gw yang nyiptain api. Tapi tetep thank you loh pak mantan CEO
  4. Kamu biasa menganalisa dulu. Yang ini belum jelas maksudnya. Tapi emang gw biasa menimbang semuanya sambil jalan. Kalo dirasa ga berhasil akan ubah haluan tentu semua resiko sudah diperhitungkan. Masih dalam visi semuanya. Btw pak.. Dulu bawahan anda loh (atasan tidak jadi langsung saya) yang mengatakan bahwa analisa saya rendah. Saya dianggap “terbiasa” menjawab soal psikotes. Tapi otak saya tidak mungkin bisa menipu kemampuan berpikir yang satu itu. Analisa. Padahal saya tau dimana saya lemah psikotes kala itu. Memori saya ini memang ajaib pak. Untungnya ujian S1 itu skripsi yang mengharuskan penelitian dan presentasi. Kalau mengerjakan soal hapalan saya mungkin lulus tapi dibawah garis kemiskinan.

Dari pembiacaraan kita kala itu bolehlah saya GR ya pak, hihii, sepertinya Bapak percaya sama saya tapi memang kita tidak berjodoh untuk bertemu lagi di perbincangan selanjutnya, seperti yang dibicarakan sebelumnya. Sayang, saya ga bisa pamit langsung. Tapi, “penilaian” Bapak yang sesaat tentang saya cukup membahagiakan. Setidaknya ada yang berpikiran positif tentang saya. Apalagi diantara teman-teman yang kala itu ada Bapak membuat saya jadi sedikit berharga. haha.. makasih loh Mr. CEO, wish you luck selalu.

Tugas Klaim Asuransi

Tugas Klaim Asuransi

Review::

Tugas bagian klaim adalah memastikan bahwa klaim yang diajukan diproses dengan cepat dan tepat hingga diambil suatu keputusan (bayar, cancel, atau reject) yang telah dilakukan analisa sesuai dengan TC dan sesuai dengan waktu yang ditentukan SLA.

Tugas klaim register

Menerima berkas klaim, menginput data, mendistribusikan pada koordinator, filling dokumen.

*jika ada syarat pengajuan yang belum lengkap lakukan return dengan penjelasan. Begitu pula dengan sttus reject

Habiskan Makanmu #PiringBersih

Habiskan Makanmu #PiringBersih

Saat ini semakin banyak kampanye yang mengusung tema sosial. Yang paling terkenal tentu fenomena ice bucket itu ya, atau di Indonesia ada acara goyang dangdut yang sebelum joget menyumbangkan uang untuk yang nantinya disalurkan membangun sekolah di pelosok negeri. Banyak yang ikut katanya sih sebagai wujud partisipasi atau seru-seruan juga. Tanpa menghilangkan esensinya, katanya. Tapi bener ga ya?

Jadi inget di salah satu episode sarah sechan di net, waktu cagub (belum pelantikan) jakarta, Mr. Ahok diminta menjawab kuis katanya sebagai setiap jawaban akan disumbangkan. Dengan santainya Pak Ahok bilang.

nyumbang mah nyumbang aja langsung ga harus pake kuis” yah kurang lebih begitu kalimatnya. Bener juga sih. Terkadang kita direpotkan dengan “ritual-ritual” sebagai publisitas untuk mendongkrak kegiatan kampanye.

Banyak iklan bermunculan di tipi yang menyarankan untuk menyisihkan sebagian bentuk penghasilan kepada mereka yang membutuhkan, entah di daerah konflik atau bencana. Salah satunya untuk mereka yang ga mampu untuk sekedar memnuhi kebutuhan pokoknya. Makanan. Jadi merasa bersalah terutama pada lemak-lemak di pinggang.

Hal ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran buat kita, keluarga, dan teman-teman yang terkadang lupa bahwa apa yang bisa kita nikmati saat ini lupa untuk kita syukuri. Contoh:

“yah mbak, ga masak apah? Masa telor doang sih..”

atau

“kok makanannya ga dihabiskan? Sayang kan udah dipesan”

“Abisnya ga suka, udah aja biarin. besok ga usah pesan lagi”

Hmm.. Bahkan kita dengan bebasnya bisa memilih, memprotes apa yang ada dan Tuhan berikan. Satu kisah yang menjadi pembelajaran. Kakak (gadis berusia 4 tahun) jarang sekali menghabiskan makanannya, terutama bekal sekolah, dengan berbagai macam alasan. Aku termasuk orang yang peduli akan makanan. Sebut saja aku #PiringBersih. Kebiasaan kakak ini membuat gerah eyangnya. Berbagai macam cara mereka coba supaya kakak mau menghabiskan makannya.

Dan dengan berbagai macam cara pula kakak mencari alasan untuk tidak menghabiskan makanannya. Hingga suatu saat #PiringBersih mengajak kakak berdialog

kakak kenapa ndak dihabiskan makannya?”

soalnya kakak udah kenyang”

Bener udah kenyang?”

Bener kok, abisnya eyang ngambilinnya kebanyakan”

#PiringBersih tahu itu hanya alasan karena porsinya sudah dikurangi dan kakak setelah pulang sekolah masih suka jajan.

kalo kakak udah kenyang kok minta jajan lagi?”

kakak terdiam. Kemudian Read more

Pria Impian :: Part 1. Epik Story

Pria Impian :: Part 1. Epik Story

Epik Sarla Tarinika, sampai kapan kau akan berhenti kekanak-kanakan? Ehm, ntahlah.

Tak ada undang-undang yang mengatur kedewasaan seseorang dihitung dari kuantitas hidupnya kan?

Berumur seperempat abad namun masih menantikan kisah cinta seperti drama korea. tragis dan mengenaskan. Semua tahu bahwa Korea itu dibangun Tuhan sebagai negeri dongengnya dunia. Membandingkan diriku dengan tante-tante berumur 40 tahun Korea pun aku tak berani. Meskipun mereka bukan artis.

Ya, apalagi didukung perang dinginku dengan ukuran semua pakaianku. Aku tak tahu bagaimana korea bisa meng-kampanyekan anti obesitas, anti pesek, anti keriput, anti jelek, dan anti-anti lainnya. Oh, aku lupa, mereka yang pentas di depan kaca yang menyiratkannya.

Aku tak pernah memimpikan untuk menjadikan diriku putri cantik yang penuh ketenaran seperti member-member girls generation. Aku tak pernah berambisi mendapatkan kerajaan. Aku ingat sekali bagaimana aku bercita-cita menjadi seorang istri pemain bola. kala itu usia sekolah dasar. Aku menyaksikan pra piala dunia. Indonesia melawan Negara-negara asia lainnya. Kulihat sosok Kurniawan Dwi Yulianto seorang penyerang tim nasional. Garuda kita.

Wajahnya yang sepertinya santun, telah menhinoptisku. Dan membawa lamunan yang sangat jauh. Menarikku paksa kedalam khayalan anak pra remaja. Seakan terbawa ke dalam layar kaca, aku berdiri di pinggir lapangan dengan handuk putih dan sebotol aqua (ini merek kawan. dulu belum ada selain aqua). Melihatnya berlari, memberinya semangat sambil melompat-lompat. Go kurniawan Go.

tttteeeeeett.

Kembali ke Korea. Negeri gingseng ini sangat menyehatkan mata, karena penampilan orang-orangnya yang rapi. Ada beberapa sosok pria idaman karakter di drama korea salah satunya Secret Garden yang berkisar bak Cinderella dikawinkan dengan little mermaid namun dalam versi lebih menderita. Hyun Bin sebagai actor utama tentu sudah menjadi daya pikat. Ditambah dengan soundtrack yang mendukung. Hyun Bin yang memerankan Kim Joo Won adalah prngusaha muda yang kemudian jatuh cinta pada seorang stuntwoman.

Yang menarik adalah karekter dari Joo Won yang cukup dingin, berkelas, tapi konyol dan dirindukan. gayanya dewasa tapi berubah menjadi kekanak-kanakan ketika berusaha mempertahankan cintanya. Joo Won, adalah orang yang tegas dan bertanggung jawab pada pilihannya. Pengambil keputusan yang bijak dan jujur. Haaeem. Andai saja ada satu duplikatnya Tuhan. Akulah yang pertama mengantri.

Berhenti berbicara tentang pria-pria korea atau atlet nun jauh di sana. Meski kriteria itu tidak pernah dikesampingkan akan ada satu lagi syarat menjadi pria idaman. Yaitu, Pria Roker prioritas. Apa itu? Pria ROmbongan KEReta yang selalu siap sedia memberikan tempat duduknya pada golongan prioritas (lansia, Ibu membawa anak, dan wanita hamil). Terlihat dewasa dan seperti superhero  episode gerbong kereta.

Aku selalu memiliki skenario di kepalaku. Akan bertemu dengan jodoh di dalam kereta, suasana yang romantis. Itulah kenapa gerbong wanita menjadi alternatif terakhir. Asal kau tahu, gerbong khusus wanita lebih kejam dibandingkan hari perebutan sembako. Injak, dorong, tarik, teriak, omelan. Huufftt khas wanita sekali.

Yap, seperti biasa afirmasi dan visualisasi di kepalaku bekerja. Suatu siang beberapa hari lalu.

Ehm, Epik kau tahu saat yang tepat. Kereta sudah penuh, tak ada bangku kosong tersisa. Skenario berjalan sempurna, kulihat pria dewasa dengan headset dan gadget. Berpakaian casual. Sepertinya korban yang sempurna. Kudekati bangkunya, berharap dia akan berdiri, tersenyum, dan memulai pembicaraan.

BERHASIL!!! EPIK KAU BERHASIL. Akhirnya pria itu berdiri, mempersilakanku menempati tempat duduknya.

terima kasih ya..” hm hm, kuberikan senyuman termanis yang kupunya. Epik kau sempurna. Pakaian hari ini membantuku terlihat berbeda. Tak ada semburat lemak dan lipatannya. AKu sangat percaya diri.

iya sama-sama” aah dia menjawab. Ok, bahasa tubuhnya masih ingin mengatakan sesuatu. Aku tidak akan memulai dulu. Benar akhirnya dia bertanya padaku. Kenalan kenalan ayo minta kenalan.

sendirian?”

iya..” aaahh ayo tanya lagi

turun dimana?”

asiik assiik “Depok. Masnya?”

sama. ok nanti turun bareng aja” yuhuuu berhasil. Tapi…

turun bareng aja nanti sama saya, kasian kan lagi hamil kalo kegencet”

Appaaaahh?? *tears down* 😥 jadi dia perhatian sama gw karena dia pikir gw hamil?? 😥 😥

Yah, begitulah. Afirmasi yang kulakukan tidak selalu berjalan baik. Ok. Sejak itu aku menyatakan mungkin aku seharusnya mengidamkan seorang dokter bedah kecantikan atau seorang dokter spesialis jiwa. Supaya semuanya berjalan dengan lebih baik.

*bersambung*

Mbilung: Prasangka Masyarakat Jawa Transmigran Terhadap Penduduk Lokal Lampung

Mbilung: Prasangka Masyarakat Jawa Transmigran Terhadap Penduduk Lokal Lampung

*Dulu pernah janji posting di blog. Baru keinget sekarang :mrgreen: *

ABSTRAK

Rizky Triana Puspa. F 100 060 198. Mbilung: Prasangka Masyarakat Jawa Transmigran Terhadap Pneduduk Lokal di Lampung. Skripsi. Surakarta. Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2011.

            Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang prasangka yang berkembang pada masyarakat Jawa transmigran terhadap penduduk lokal di Lampung dengan luaran pemberian label Mbilung dan dampaknya pada masyarakat Lampung sebagai penyandang label.

            Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lampung Timur tanggal 17 Nopember-15 Desember 2010. Data Penelitian ini adalah data kualitatif. Data ang berbentuk kata-kata digali dari beberapa sumber sebagai berikut: dokumentasi, rekaman wawancara, dan observasi. Sesuai dengan sumber data, prosedur pengumpulan data dilaksanakan dengan dokumentasi, pengamatan, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: membuat transkrip wawacara, membaca transkrip, mencari tema untuk pertama kali, menghubungkan tema, meneruskan pada kasus lain, dan penulisan.

Kesimpulan dari penelitian: (1) Masyarakat Jawa transmigran memandang penduduk lokal adalah masyarakat dengan perilaku yang kurang baik, sewenang-wenang, kasar, kurang menerima transmigran, arogan serta malas. (2) Prasangka tersebut bersumber dari pengalaman yang tidak menyenangkan bersama beberapa penduduk lokal dan kemudian digeneralisasikan, penilaian merendahkan mengenai budaya outgroup dan menganggap budaya transmigran (Jawa) lebih baik (ethnosentrisme). (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi prasangka transmigran Jawa adalah pengaruh kelompok, hubungan sosial, dan persepsi (pendidikan dan budaya). (4) Dampak yang dirasakan penduduk lokal adalah adanya perpecahan antara dua kelompok, mempengaruhi interaksi, komunikasi, dan dapat mempengaruhi penerima menjadi negatif. (5) Penduduk lokal tidak menyukai penggunaan label mbilung.

 

Kata kunci: mbilung, prasangka, masyarakat Jawa transmigran, ethnosentrisme.

One Day – Declan Galbraith Lyrics-

One Day – Declan Galbraith Lyrics-

https://soundcloud.com/dgalbraith/one-day-full-demo

One day
You entered my life
And from that day never been right
Such a heavy impression
You laid on me

One day
Was all it took
A honey glazed kiss
And just one look
I wish we saw the heartache
And hazard lights ahead

I woke up this morning
And you weren’t there
Same old song, same old story
Going around in my head

In April, in June, July, September
You came along
Made me remember
The love we shared
How I wanna go back there

So hold me in your arms
Never let me go
Life’s too short
So hold me in your arms
Never let me go
Never let me go

Look now
As I stand in the rain
Another cold night on
A summer’s day
While the wind in my heart blows
I wonder where my sun goes

Always
Forever we find
The scratch on a record
And I know the line
If forever could mean one day
I wouldn’t wonder if I’m too late

I woke up this morning
And you weren’t there
Same old song, same old story
Going around in my head

In April, in June, July, September
You came along
Made me remember
The love we shared
How I wanna go back there
Oh I wanna go back there

So hold me in your arms
Never let me go
Life’s too short
So hold me in your arms
Never let me go
Never let me go

You ruined it
I ruined it
We ruined it so many times
So I love you, I want you
I need you in my life for more than one day a month
Or one day a year
I could put aside all the tears

So hold me in your arms
Never let me go
Life’s too short
So hold me in your arms
Never let me go
Hold me in your arms

I don’t wanna feel this way
Feel all on my own, yeah
Never let me go

Pursuit of Happyness

Pursuit of Happyness

Pursuit of Happyness

Did you remember this movie, Fey? There is a similar thing between me and Chris Gardner. Ya… the suitcases. If Gardner moving from shelter to shelter. I am moving from town to town. Lucky me, I don’t have to queue to get a bed for resting. Ya, lucky me, having family who gave me a place to go. So thankful. If Gardner brought Christopher, I brought you.

I do remember when he tried to sell the bone density scanner. That’s the mental i need. There’s no need to be shy about our job. He did his seriously, cause he knew he had a son and a wife. Even i don’t have son yet. I knew i should do the same thing. World never promise gives an easy life. World promise gives you so much chances. Take it or leave it. Some people say chance come twice but in different faces. But i believe once i lost it. I lost the best one. So, i must ready, every time. Always ready such as my suitcases. I don’t need a commode. I just need my backpack and suitcase. They are always ready to go every where i go.

Chris Gardner quotes

“The future was uncertain, absolutely, and there were many hurdles, twists, and turns to come, but as long as I kept moving forward, one foot in front of the other, the voices of fear and shame, the messages from those who wanted me to believe that I wasn’t good enough, would be stilled.”
Chris Gardner, The Pursuit of Happyness

Every man has their own signal. How hard our life Fey, don’t ever try stop hoping, dreaming. We never knew, how close we are to them. I may concern about people opinion but Gardner told me through his son.

Christopher Gardner: Hey. Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me. All right?

Christopher: All right.

Christopher Gardner: You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it. Period.

You told me before. No one know what’s in your head. No one will understand your thought. But, If i know what  want, this is enough, isn’t it? So many people busy commented your life. Listen, but don’t be distracted. You know your own path. Like them. They doing their own stuff. They won’t listen, will they?

I make believe. One day, you, backpack, and the suitcases will take a rest. But not today. We should travel more. We should collect our happyness. It doesn’t mean we are not happy right now. We do. But we try to patch up “a thing”. I knew we can. We don’t need lot of wardrobe, just a few pants and jacket to protect us from cold and mosquitoes.

I am happy Fey, never felt happier than today. Perhaps happiest is a must. We must run to reach it. We must smile to attract it. We must pursuit to spread it to others. They can’t buy our happiness. They can’t dictate what we gonna do.

last sentence Fey

Others may question your credentials, your papers, your degrees. Others may look for all kinds of ways to diminish your worth. But what is inside you no one can take from you or tarnish. This is your worth, who you really are, your degree that can go with you wherever you go, that you bring with you the moment you come into a room, that can’t be manipulated or shaken. Without that sense of self, no amount of paper, no pedigree, and no credentials can make you legit. No matter what, you have to feel legit inside first.” Chris Gardner.