Malam Minggu

Hai Fey, baru saja pesan masuk. “malam minggu nih…” Lalu? Aku? Kurasa seperti malam-malam sebelumnya. Tak ada yang spesial.

Kata lagu

Malam minggu malam yang panjang

malam yang asyik buat pacaran

pacar baru baru kenanalan

kenal di jalan jendral sudirman

Duh duh.. Malem minggu (ini nih satu-satunya hari yang ga disadur dari bahasa arab, AHAD yang berarti satu) Buat pusing. Ini malem Fey, semua orang lagi bertanya-tanya siapakah pengisi kabinet Jokowi-Jk. Lalu sebagian pusing menghadapi MEA pasar bebas ASEAN yang sebentar lagi beredar.

Ini diingatkan lagi malam mingguan. Huhuhu ada apa denganmu malam minggu, katanya malam yang panjang. Tapi buktinya ga kan???

malam senin ke malam minggu = 6 hari

malam minggu ke malam senin = 1 hari??

padahal jarak jakarta – solo, solo – jakarta samaa… huhuhu…

malam minggu…

Trus penting ga sih Fey yang aku ungkapkan?? Ga ya.. Sama seperti sms malam ini.. Malam minggu nih malam minggu.

Ah sodara Sitompul malam minggu ga berlaku. Habis sudah masa berlakunya.

Fey, Fey, Fey.. Tak ada lagi senandung rindu. Aku hanya sedang menanti kehadiran ibuku yang sangat kurindu. Semoga saja pemimpin rumah tangganya mengizinkan Beliau untuk datang ke sini.. Ahh rindu ini hanya untukmu Ibu..

Iya Fey, ibu yang tak sempurna tapi mencoba untuk membuat hidupku selalu sempurna. Ibu biasa seperti ibu-ibu lainnya. Ibu yang memperjuangkan kebahagiaan anak di atas kebahagiaannya. Ibu yang mengusap airmatanya demi melihat senyuman di wajah putri-putri tercintanya.

Malam minggu ini Fey, aku sangat menrindukannya. Mungkin kata ini tak kuucap. Tapi ia paham karena hati yang berbicara.

kenapa dek nelp? Kangen ya?”

Sederhana Fey kata-katanya tapi bisa menghilangkan haus rindu dalam dada. Ingin aku berkata

Oh ibuku wanita yang sederhana dan bersahaja..

Ah tapi itu terlalu mengada-ngada… Ibuku perempuan galak nan  menyebalkan!! Aku habis ditinggal olehnya karena menangis seharian. Tapi bagaimana pun kasih ibu tak pernah bertepi..

Aku ingat Fey, momen terindah bersamanya, mungkin hanya beberapa menit. Kala itu ketika aku SMA. Ibuku mengunjungiku hanya beberapa jam, dan tiba-tiba saja dia menciumi pipi dan dahiku. Seketika aku ingin menangis dan memelukanya mengatakan aku sangat menyayangimu mama. Tapi, jiwa mudaku terlalu gengsi, aku hanya diam dan menatap matanya yang berkaca-kaca.

Pesannya “baik-baik ya dek”

Ah Fey,, aku pun ingat pertama kali aku mendapatkan gaji bekerja sebagai guru yang alhamdulillah cukup untuk sebulan. Tapi aku benar-benar pusing putar otak. Bayar kontrakan, bayar listrik, biaya kebersihan badan kontrakan, pulsa, bahkan tanpa biaya make up dan baju ketika itu. No no.. Lalu tiba-tiba Fey aku teringat mama. Airmata berhasil jatuh tanpa komando dan tak bisa berhenti.

Bagaimana beliau membiayai kami waktu itu? Empat orang putri dengan banyak kebutuhan lainnya. Belum ketika aku merengek meminta ini dan itu, belum ketika adikku meminta buah-buahan yang biasanya hanya ada di tempat orang kelas menengah ke atas. iiihh betapa aku sangat menyebalkan. Akhirnya Fey, aku sms ibuku.

Mama maapin aku ya, pasti mama dulu pusing banget bagi-bagi uang untuk anak-anak, uang ini uang itu, beli ini beli itu. Aku yang cuma untuk diri sendiri aja sekarang pusingnya setengah mati. Maap ya maa, nyusahin mulu, belum bisa nyenengin mama. Doain supaya bisa bahagiain mama

😥 menangis tak henti-henti malem itu. Selama ini Allah kasih malaikat untuk melindungi aku terus Fey, tapi aku ga pernah sadar. Bahkan sampai saat ini masih banyak keinginan mama yang pastinya untuk kebahagiaan aku juga tapi belum bisa aku penuhi.

Mamaku juga banyak dosa Fey, dia sama sekali ga sempurna, tapi pingin sekali belajar jadi lebih baik. Aku ingat Fey, saat mama minta diajarkan baca Al-quran. Mama minta diajarkan baca iqro dulu, karena dari kecil mama ga pernah belajar ngaji dan sholat. Beliau sempat belajar di sekolah nasrani dan sempat cerita pernah dihukum untuk berdoa di gereja. Akhirnya aku tahu karakter rebel ini diturunkan siapa. (Ibuku nan ayu! Kau yang bertanggung jawab 😀 )

dek, mama seneng kalo kamu pulang ada yang ngajarin ngaji. Kalo Tiwul yang ngajarin mama dimarahin mulu” sambil melirik adikku

abisnya mama diajarin susah, ngeyel banget. Yaiyalah aku kesel”

dan mama  pun hanya tertawa.

Ibuku...

Ibuku…

Malam minggu ini Fey, bayanganku terbang ke kampung nan sederhana. Beliaulah yang memiliki keinginan anak-anaknya bisa mengaji. DIpanggilkan kami guru agama ke rumah (Pak Tarmuji namanya) Tapi memang aku yang paling ga tenang. Ketika Awin dan Petot belajar ngaji maka aku akan ada di atas kursi meja makan dan makan apapun yang ada. Mondar mandir ga karuan.

Tapi, alhamdulillah Allah kasih aku kesempatan untuk mengingat pentingnya mengaji.

Bukankah orangtua kita akan dipakaikan mahkota di surga nanti ketika kita mampu membaca ayat-ayatnya dengan baik dan benar. Ketika kita menutup aurat kita, mereka pun terselamatkan. Ketika kita menjalankan apa yang kita baca dan membaginya untuk sesama. Mereka pun akan dilapangkan kuburnya didamaikan kehidupan akheratnya.

Niatnya ke tanah suci memang belum bisa terlaksana. Semoga Allah mengizinkan hal itu terjadi.

Malam minggu ini Fey, seperti malam-malam lainnya, merindukan dan melupakan. Merindukan semua kehangatannya, melupakan kesalahannya. Ia pun manusia biasa. Semoga pengabdiannya pada suami membawanya ke surgaMu ya Rabb.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menjadi cahaya bagi keluarganya, kedamaian dan keberkahan. Bukankan Rasulullah berpesan

ibumu, ibumu, ibumu, kemudian bapakmu”

Karena sakitnya ibu kala mengandung dan melahirkan tidak bisa dibayarkan dengan apapun hingga Allah memberikan pahala Jihad bagi mereka. Mati syahid ketika melahirkan anaknya. Lalu, dosaku selama ini Tuhan?

mama selalu doain kamu dek, mama maafin kamu pasti”

Itulah kata-kata mereka. Dan malam minggu yang paling kurindukan adalah malam minggu bersama ibuku.. Malam minggu bersama perempuan yang melahirkanku. yan memberikan airmatanya demi tawaku, yang menahan laparnya demi tenagaku. Perempuan yang kukenal seumur hidupku yang tidak akan pernah meninggalkanku.

Tempat dimana aku selalu bisa kembali. Fey, doaku dulu terlihat naif, konyol, dan bahkan kurang ajar. Tapi, aku benar memintanya. Jika bisa aku ingin ibuku dulu yang meninggal dibanding aku. Karena beliau berpesan

yee kenapa takut mandiin mayat. nanti kalo mama mati siapa yang mandiin? Kamu yang harus mandiin dek”

ga ah, takut ngapain”

Permintaan yang konyol dulu pikirku. Tapi saati ini membayangkan saya membuat air mataku menetes. membayangkan menyeka kulitnya yang keriput dimakan usia. Astaghfirullah…

Tentu aku ingin mengantarnya, memandikannya, mendoakannya, menjadi anak sholeh yang doanya Allah terima. Yang akan melapangkan kuburnya dengan lantunan ayat-ayat suciMu.

Ah malam mingguku memang tidak seindah malam minggu miko. Tapi, Bayangan ibuku Fey, lebih indah dari semua perhiasan di dunia..

Selamat bermalam minggu 😉

Iklan

One thought on “Malam Minggu

  1. Ping-balik: Mother How Are You Today Lyrics -Maywood- | rebelliousdaughters

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s