Kenapa Berjilbab?

Beberapa hari ini, aku banyak membaca tentang islamophobia terutama di Australia. Muslimah diperlakukan dengan tidak menyenangkan. Didorong keluar dari kereta, dicibir, dan perlakuan lainnya seperti diberitakan http://www.smh.com.au/national/dozens-of-antimuslim-attacks-as-islamic-leaders-warn-of-community-fear-20141009-113tmk.html

Assaults or attacks on persons, including verbal abuse or hate speech

NSW

  • A woman in hijab is physically attacked and her car subsequently vandalised with profanities spray painted on it in western Sydney
  •  A heavily pregnant woman verbally abused and intimidated in Sydney
  •  A mother and her baby verbally abused, spat on and their pram kicked in Sydney
  •  A mother and daughter verbally abused and a passer-by physically assaulted for intervening in Newcastle

Victoria

  •  A mother and her child verbally abused and told to take her child away from the other children at a playground in  Melbourne

Queensland

  • A woman in hijab has a cup of coffee hurled through the window of her car in Brisbane
  •  A mother and her baby approached by three men, has her hijab ripped off, is spat on and pushed to the ground in Brisbane
  • A woman is approached by a man and told to take her hijab off so he can burn it in Brisbane
  • A woman is verbally abused by a man who threatens to burn her house down

Western Australia

  • A woman is approached by men in a Perth shopping centre who try to rip her hijab from her head

ACT

  • Young woman takes off her hijab out of fear for her safety

Threats and/or attacks on property or institutions

NSW

  • Lakemba Mosque and Auburn Gallipoli Mosque directly threatened in letters sent by the  Australian Defence League
  • Two cars belonging to a Muslim family has the words ‘Muslim Dog’ spray painted on them in Wentworthville
  • Direct threats against the Grand Mufti of Australia issued by anonymous members of the Australian Defence League via a letter saying “Muslims…Australia will fight you ‘terror for terror’ ‘blood for blood’ ‘bomb for bomb’ “
  • Maronite School – Catholic nun threatened by a group waving an IS flag reportedly yelling they would ‘slaughter the Christians’
  • Minto Mosque receives a threatening letter from an anonymous source

Queensland

  • Mareeba mosque vandalised with the word ‘evil’ spray-painted across the front
  • Logan Mosque subjected to hate attack with anti-Muslim pamphlets dumped on its grounds, saying ‘Terrorists born in Australia are not Australians – they are Muslims’ and ‘Muslims are not welcome in Australia, go back to where you came from’

  • Holland Park Mosque has a pig’s head embedded with a cross dumped on its grounds

Konon katanya hal tersebut terjadi karena adanya sentimen terhadap islam. Islamophobia yang sejak lama ada dan terakhir menjadi tajuk lagi karena pemberitaan mengenai ISIS.

ISIS sekali lagi bukan Islam, TIDAK MENCERMINKAN ISLAM, dan representasi yang salah dari keterbatasan berpikir dan nafsu menguasai. Islam tidak sekalipun mengajarkan kekerasan kecuali sebagai pembelaan diri.

Kembali permasalahan jilbab di negeri kangguru. Sebenarnya aku ga begitu mengikuti berita ini namun kembali mengingatkan masa lalu, kenapa akhirnya aku memilih menutup kepalaku. Aku bukan dilahirkan dari keluarga yang mengerti agama tapi Alhamdulillah Allah membuat agama itu hadir dalam hidupku. Sebenarnya aku berniat memakai jilbab sejak SD kelas 6, tapi hal itu masih tabu, sangat jarang orang yang memakai jilbab, terlebih di keluargaku tak pernah ada yang mengenakan pakaian ini. Hal ini baru bisa aku realisasikan setelah menginjak SMA.

Titik balikku ketika aku membaca beberapa buku tentang sejarah Rasulullah Muhammad. Subhanallah. Dan tentu saja meskipun aku termasuk anak yang ndableg tapi Al-quran tidk pernah aku lepaskan. Itulah satu-satunya petunjuk yang aku percaya yang ga akan pernah berdusta. Tergetar hatiku membaca tentang jilbab, bagaimana dia bisa melindungi perempuan dari segala kejahatan. Jujur saja, aku mengalami beberapa pelecehan karena memang gaya berpakaianku dulu. Dulu aku berpikir merekalah yang harus memperbaiki diri. Apa yang salah dengan pakaian kasual ini hanya kaos dan celana jeans. Bukannya sombong, dulu memang banyak yang tertarik padaku, mungkin karena saat itu tubuhku yang ideal.

Rasanya aku gerah dengan perlakuan mereka, bahkan kalau nenek minta aku ke warung pun aku enggan. Malas bertemu anak-anak itu lagi yang terkadang memegang tanganku. Bahkan mereka memanggilku kafir. Entah apa yang ada dipikiran mereka saat itu. Tapi kemudian Allah menuntunku. Terlepas dari penyakitku. Aku percaya bahwa apa yang Allah tetapkan tentulah yang terbaik. Lalu aku meminta izin orangtua dan nenekku untuk mengenakan jilbab.

Tidak mudah, mereka meragukan keputusanku. Ya, dikeluarga besar kedua belah pihak tidak ada satupun yang mengenakan jilbab, baik keluarga ibu maupun bapak. Bahkan ibuku dulu termasuk yang “membully” perempuan berjilbab. Tentu saja banyak pertimbangan yangn ia berikan.

“kamu yakin dek? Jangan sampe nanti kamu lepas lagi”

“jangan cuma ikut trend”

“jangan karena teman-teman” dan banyak lainnya.. Semua menyangsingkan apa yang akan aku lakukan. Di luar batas bayangan mereka semua. Tapi, Islam membawa kedamaian padaku. Aku hanya percaya pada Allah. Dan semua ini aku lakukan karena Allah sayang padaku. Akhirnya mereka mengizinkan.

Bukannya aku sempurna dalam mengenakan jilbab. Sampai sekarang pun masih banyak dosa yang kukerjakan. Tapi, bagaimana jika aku tak berjilbab? Akan semakin banyak batas dan dosa yang bisa aku lakukan. Jilbab bukan hanya menjagamu, identitasmu, tapi juga penyelamat ayah dan ibumu di akherat kelak. Bukankah setiap manusia pasti bertanggung jawab pada perbuatannya? Terlebih mereka yang memiliki anak perempuan. Tanggung jawab sangat besar tentu. (Al ahzab 59 dan Al araf 26 tentang hijab)

Mengapa seseorang membenci jilbab?

Seperti ibuku, yang menganggap hal itu tabu terlalu berlebihan dan segala macamnya. Memang saat itu pengetahuan tentang agama di keluarga kami masih sangat sedikit. Atau bahkan ketika seseorang yang berobat mengenakan cadar, ibuku akan bilang, “dia tidak ingin terlihat tua”.

Seseorang bisa membenci sesuatu karena mereka tidak memahaminya. Mereka tidak mencoba untuk mempelajari filosofi dari suatu hal atau kepercayaan. Atau bisa jadi mereka merasa takut bahwa hal itu akan mendatangkan suatu bahaya bagi mereka. Atau seakan mereka berpendapat bahwa jilbab mengekang kebebasan perempuan. Seperti perdebatan tentang burqa di Perancis.

No! Jika itu yang ada dalam bayangan kalian maka salah. Islam tidak seperti itu, Islam mewajibkan karena hal ini bermanfaat buat perempuan. Bukankan manusia tetap mempunyai pilihan? menaati atau mengingkari. Kami pun membiarkan kau bebas memilih karena dalam Al-quran dijelaskan Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS. Al Kafirun: 6). Yang perlu diketahui manusia akan bertanggung jawab pada apa yang dipilihnya.

Jilbab dan karier

Ketika engkau mengenakan jilbab maka kariermu akan hancur. Banyak sekali contoh bahwa jilbab tidak mempengaruhi rezeki seseorang. Dulu ibuku sempat khawatir denganku. Kesulitan mendapatkan pekerjaan. Seperti kakaku dulu hingga akhirnya dia melepas apa yang pernah dia kenakan. Setelah melepaskan jilbab seakan peluang dan karier terbuka lebar.

Memang ada beberapa perusahaan yang tidak mengizinkan mengenakan jilbab karena dianggap membawa simbol keagamaan. Seperti perusahaan terakhir dimana aku bekerja. Seperti perusahaan dimana temanku bekerja. Tapi aku percaya, rezeki jodoh maut semua ALlah yang punya. kenapa harus cemas? Kalaupun hingga saat ini aku memang dianggap belum bisa jelas dalam karier maka itu bukan karena jilbab/hijab tapi semata-mata karena kualitasku yang masih rendah.

Aku jatuh cinta pada agama ini juga karena betapa orang-orang mukmin itu haruslah luas pengetahuannya, bersahaja, santun, disiplin, bahkan ada aturan yang jelas dari bangun hingga tidur lagi. Ahh terlalu merepotkan!! Aahh tidak juga kata Allah jalankan sebisamu satu per satu. Ah betapa orang-orang itu punya ilmu yang sangat luas. Khawarizmi, Ibn Sina dan ilmuan lainnya. Betapa perempuan dinilai dari  isi kepalanya bukan dari tampilannya.

Bukankah Maryam mengenakan Jilbab

Aku tidak akan bertanya siap yang membenci sodara-sodara kita di negeri sana. Tapi bukankan di agama lain juga ada yang mengenakan penutup kepala? Jika mereka yang mengenakan kepala dibilang suci sedangkan muslim akan engkai bilang teroris. Sungguh adil dunia ini. Ini adalaha pendapat pejabat Italia

Perempuan Suci

Perempuan Suci

Ya, perempuan yang kau sebut perempuan suci, Bunda Maria, atau siapapun itu. Ia mengenakan jilbab. Aku pun mengaguminya, betapa ia adalah perempuan yang sangat mulia dimata Allah. perempuan yang menjaga kesuciannya. Yang melahirkan nabi yang luar biasa Isa AS. Tentu aku pun ingin menjadi sepertinya. Perempuan mulia ini Allah pahat namanya dalam salah satu surat di Al-quran surat Maryam.

Kenapa engkau membenci kami, padahal kami pun mencintai Maria dan Putranya. Kenapa kau membenci kami ketika kami percaya Allah adalah Tuhan satu-satunya? Kenapa kau membenci Muhammad padahal ia hanyalah manusia yang Allah utus untuk menyampaikan ajarannya.

Kami tidak pernah membenci kalaian. Karena dalam agam kami dijamin tidak ada paksaan untuk memeluk Islam. Seperti dalam quran [2:256] There is no compulsion in religion; truly the right way has become clearly distinct from error; therefore, whoever disbelieves in the Shaitan and believes in Al}ah he indeed has laid hold on the firmest handle, which shall not break off, and Allah is Hearing, Knowing.

Kewajiban kami hanya menyampaikan yang benar dan harus terus disampaikan. Tapi, Allah pun Maha Adil manusia bebas memilih karena itu IA ciptakan surga dan neraka. Allah meminta kami mengimani Maria, Yusuf, Isa, kisah firaun dan segala macamnya. Lalu kenapa kami tidak mengimani hijab adalah perintahNya juga?

kemanusiaan dan solidaritas

Seperti keAgungannya sifat Ilahiah seperti rasa kasih sayang akan hadir dalam diri setiap manusia seperti para aktivis WISH (Woman In Solidaroty with Hijabs) dengan latar belakang yang berbeda mereka mengenakan hijab sebagai dukungan pada muslimah di Australia, seperti dilansir http://www.dailymail.co.uk/news/article-2776133/Celebrities-politicians-join-social-media-campaign-encouraging-women-wear-hijab-support-muslim-women.html

Manusia secara umum akan memiliki akhlaq yang sama kejujuran, tulus kasih, kesetaraan hak, keadilan di mata hukum, kebebasan mengekspresikan diri yang bertanggung jawab (tanpa menyakiti menyinggung SARA). Aku selalu berkata aku pun masih dalam tahap belajar. Semoga Allah selalu memberi kita hidayah, bahwa kehadiran kita membawa manfaat dan kebaikan bagi sesama. Hingga nanti pertanggungjawaban kita akan diterima di sisiNya.

Ya Allah, lindungilah muslim dan muslimah di dunia ini, berikanlah kami hidayah dan ampunanMu, jadikanlah kami agen muslim yang baik. Yang menyayangi sesama dan membawa rahmat bagi semesta. Selayaknya semesta bertakbir agungkan namaMU, jadikanlah lisan kami hanya mengeluarkan apa yang Engkau Ridhoi. Berkahilah perjuangan kami. Aamiin”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s