Atheis – Achdiat K. Mihardja

Tiba-tiba saja di siang hari yang panas teringat akan suatu karya yang lebih dari sepuluh tahun lalu selesai kubaca. Meskipun memiliki ingatan yang buruk tapi aku bisa mengingat buku ini luar biasa! (Biasa aja kaliii) hehehe..

Atheis adalah novel pertama yang aku baca habis dalam satu hari. Padahal dulu orang-orang sibuk dengan seri Harry Potter .. Sorry to say ndak ado duit saya buat berlomba mengumpulkan seri itu, sedangkan meminjam? Ah belum tertarik daripada niat jahat muncul dan ga kembalikan buku pinjaman. Balik ke Atheis. Dulu suatu siang yaaang sangat panas, tujuanku dan teman-teman kala jam kosong adalah perpustakaaan (iih rajiinn). Oops jangan salah.. Kita memang rajin. Rajin mendinginkan kepala dan hati (Banyak buku yang bisa jadi inspirasi ya?) Ooo tentu tidak.. karena perpustakaan adalah satu-satunya teman yang dapat kita akses terus sepajang jam sekolah tanpa menimbulkan kecurigaan, meskipunn tujuan utama kita adalah AC AC yaa AC.

Taukan betapa istimewanya AC di siang yang panas, lengkap dengan karpet hijau diantara tumpukan buku dan rak kayu.. aahhh damai dan sejuknya. Beberapa teman tidur-tiduran di karpet baca, beberapa sibuk ngobrol di antara meja. Sedangkan yang benar-benar rajin dan pandai memilih buku sebagai referensi mereka mengerjakan tugas. Aku? yaa karena selalu merasa bersalah jika melakukan sesuatu yang tidak benar maka sedikit kubenarkan niatku, selain mencari AC yang sejuk itu, aku juga mencoba untuk “terlihat seirus” dengan memilih-milih buku.

Minat baca memang sudah ada meski kadarnya di bawah rata-rata.  Tapi kala itu aku melihat seonggok buku hijau yang judulnya cukup menarik dengan cipratan-cipratan seperti darah. Aku pikir tak ada salahnya aku membaca (supaya orang kira sedikit pandai dan misterius hihi) niat awal supaya modus mendinginkan kepala tidak terlalu kentara mulailah aku membaca. Sejujurnya aku tak ingat detail apa isi dari cerita itu. Yang masih kuingat adalah perjalanan seseorang yang mulai meragukan Tuhannya.

http://2.bp.blogspot.com/_jzkSXplIkyo/Su0t8j0cCkI/AAAAAAAAAAs/jGH3QmDguFc/s320/Atheis.jpg

penampakan sampul

Beberapa bagian sangat sesuai dengan apa yang kurasakan saat itu. Aku pun sedang meragukan keimananku. Memang aku terlahir sebagai muslim. Tapi, menjadi muslim adalah pilihan bukan kelahiran. Kelahiran hanyalah satu sarana yang aku syukuri, sehingga aku bisa mengenal islam lebih awal.

Sebenernya sih pingin membuat summary dari buku ini berhubung isinya jadi aku cuma buat pengalaman yang kira-kira ada miripnya dengan intin cerita. Manusia cenderung untuk mengabaikan kebenaran yang sebenarnya ia ketahui. Atau terlalu cerdas merekayasa semua kemungkinan yang mereka sendiri tidak tahu darimana dia berasal. Logikaku berkelana, seperti Ibrahim as yang pada kisahnya mencari Tuhan sesungguhnya. Mahatahi, bulan, bintang, gunung, semua tak mampu memberikan jawaban. Kau tahu, karena mereka semua ciptaan.

Aku sendiri tak bisa berpendapat tentang marxisme-leninisme karena ilmu yang ndak sampai. Katanya mereka paham yang cenderung pada material bukan metafisik.Coba saat ini ada dr. zakir naik pasti beliau bisa menjelaskannya. Tapi yasudahlah tak penting lagi bagiku. Tapi buku ini menjadi pembuka pikiranku kala itu bahwa Tuhan itu ada dan benar keadaanya. Meski kita tak melihat. karena tidak ada pencipta yang sama persis dengan ciptaannya. Hanya iman yang bisa mengatakan yang benar adalah benar. Meski sekuat tenaga mencoba menyangkalnya.

aah kan cuma mau nostalgia, udah ah ga sampe otaknya siang bolong ngomongin yang iya iya.. Baiklah masih banyak tema sebenarnya. Tapi, tolong matikan saya seperti Hasan dalam buku ini Tuhan, pengingkarannya selama hidup, namun matinya diakhiri dengan menutup kalimat agung “ALLAHU AKBAR”. Semoga aku pun bisa memperbaiki diriku. aamiin.

al ikhlasIMG_1335[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s